Tokoh Terkenal Dunia yang Atheis

Tokoh Terkenal Dunia yang Atheis

Tokoh Atheis Terkenal di Dunia – Atheis adalah keyakinan yang dianut pertama kali oleh seorang penulis Perancis pada abad ke-18. Orang yang menganut atheis, menolak dengan keyakinan bahwa Tuhan itu tidak ada, dan segala ajaran yang ada pada agama theisme (agama yang mengakui adanya Tuhan) itu salah dan tidak masuk akal. Beberapa tokoh terkenal yang berpengaruh di dunia juga ada yang menganut atheisme, ini dia pembahasannya.

– Stephen Hawking
Ilmuwan jenius ini mengajar di Universitas Cambridge sebagai profesor matematika. Pada tahun 2014, setelah lama menganut atheis ia akhirnya menyatakan pada publik bahwa ia tidak percaya adanya Tuhan, kehidupan setelah kematian, surga dan neraka. Stephen Hawking juga berkata bahwa semua keajaiban yang diceritakan setiap agama adalah tidak masuk akal dan berlawanan dengan konsep sains.

– Alan Turing
Penemu ilmu komputer ini sekaligus ilmuwan yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Alan Turing adalah salah seorang ilmuwan jenius dunia yang menganut atheisme. Ia hidup di Inggris dan menjadi orang yang berhasil mengungkap kode-kode dari Jerman pada masa perang dunia ke-II.

– Thomas Alfa Edison
Edison dikenal sebagai ilmuwan jenius penemu bola lampu pada tahun 1879. Ia menyatakan kepercayaannya bahwa konsep Tuhan yang diajarkan agama adalah tidak benar. Ia berkata bahwa tidak ada bukti ilmiah tentang adanya surga dan neraka dan adanya Tuhan.

4. Albert Einstein
Einstein adalah seorang ilmuwan fisika jenius yang lahir pada abad ke-20 di tengah keluarga Yahudi. Ia mempertanyakan keberadaan Tuhan ketika ia mulai dewasa, dan meragukan kebenaran ajaran-ajaran agama. Meski demikian Albert Einstein menolak disebut atheis fanatik, malah ia pernah diberitakan mengakui kebenaran salah satu agama majusi.

– John Lennon
Musisi terkenal yang merupakan anggota dari band The Beatles ini terkenal dengan penampilan eksentriknya dan penuh kontroversi. Lennon secara gamblang mengakui bahwa ia tidak meyakini adanya Tuhan, dan keyakinannya tersebut ia tuangkan dalam sebuah lagu ciptaannya, yakni God.

– Rosalind Franklin
Rosalind Franklin adalah ilmuwan yang berjasa membuat x-ray dan teori yang mendukung penelitian lebih lanjut tentang struktur DNA. Berkat jasanya ini, kita bisa mengetahui anatomi tubuh manusia lebih jelas. Selain dikenal dengan jasanya, Rosalind juga dikenal dengan kepercayaan atheis-nya. Ia berkata bahwa ia meragukan keberadaan Tuhan kepada ayahnya yang menganut ajaran Yahudi.

– Angelina Jolie dan Brad Pitt
Angelina Jolie yang terkenal karena kemampuan akting dan kecantikan wajahnya ini adalah mantan pasangan Brad Pitt yang keduanya juga merupakan . Mereka sama-sama dermawan dan sama-sama memiliki keyakinan serupa, yakni atheisme. Angelina dan mantan pasangannya, aktor terkenal Brad Pitt adalah seorang atheis, dimana pada suatu wawancara Angelina Jolie berkata bahwa ia tidak membutuhkan Tuhan di hidupnya.

10 Kenyataan Ateisme di Amerika Serikat
Informasi

10 Kenyataan Ateisme di Amerika Serikat

10 Kenyataan Ateisme di Amerika Serikat – Mengukur ateisme seorang ialah satu perihal yang kompleks. Sebagian orang yang melukiskan diri mereka selaku Ateis pula berkata kalau mereka yakin pada sejenis daya ataupun daya kebatinan yang lebih besar.

10 Kenyataan Ateisme di Amerika Serikat

10 Kenyataan Ateisme di Amerika Serikat

outcampaign – Pada dikala yang serupa sebagian orang yang mengidentifikasikan diri dengan sesuatu agama( misalnya, berkata kalau mereka Kristen ataupun Ibrani) berkata kalau mereka tidak yakin pada Tuhan. Pew Research Center menciptakan 10 kenyataan terpaut Ateis di Amerika Sindikat selaku selanjutnya:

Baca juga : Kaum Ateis Di Indonesia Dianggap Sebagai Komunis

Awal, Ateis di Amerika Sindikat bertambah 10 tahun terakhir. Pew Research Center melaksanakan survey lewat telepon pada 2018 serta 2019 serta hasilnya ada 4 persen orang berusia di Amerika. Nilai ini bertambah 2 kali bekuk dibanding 10 tahun kemudian yang cuma 2 persen.

Tidak cuma Ateis, orang Amerika Sindikat yang berterus terang agnostik( sesuatu pemikiran kalau terdapat ataupun tidaknya Tuhan ataupun keadaan supernatural merupakan sesuatu yang tidak dikenal ataupun tidak bisa dikenal) bertambah. Dikala ini, berjumlah 5 persen dari 10 tahun kemudian yang cuma 3 persen.

Kedua, tidak yakin pada kehadiran tuhan ataupun dewa apa juga. Bagi Merriam- Webster, orang Ateis merupakan mereka yang tidak yakin pada kehadiran tuhan ataupun dewa apa juga. Sebesar 81 persen Ateis di Amerika Sindikat beriktikad perihal itu.

Mereka tidak yakin pada Tuhan ataupun daya yang lebih besar ataupun daya kebatinan dalam wujud apa juga. Sebaliknya, 18 persen yang lain sedang yakin sebagian tipe daya yang lebih besar. Tetapi, tidak satu juga dari Ateis yang disurvei berkata mereka yakin pada Tuhan semacam yang dipaparkan dalam Alkitab.

Ketiga, orang Ateis lebih banyak ada di Eropa dibandingkan Amerika Sindikat. Di Eropa Barat, di mana Pew Research Center memperkirakan 15 negeri pada 2017, nyaris satu dari 5 orang Belgia( 19 persen) mengenali diri selaku Ateis, semacam perihalnya pula 16 persen di Denmark, 15 persen di Prancis, serta 14 persen di Belanda serta Swedia.

Negeri dengan masyarakat Ateis terbanyak ada di Republik Ceko, di mana seperempat orang berusia mengidentifikasikan dirinya Ateis sebaliknya di negeri orang sebelah Slovakia, 15 persen Ateis.

Ateis di Eropa Tengah serta Timur yang lain lebih sedikit walaupun dengan cara historis terbawa- bawa dengan Uni Soviet yang dengan cara sah Ateis. Semacam orang Amerika Sindikat, orang Eropa di banyak negeri lebih mengarah berkata mereka tidak yakin pada Tuhan dari mengenali selaku Ateis, tercantum 2 pertiga orang Ceko serta paling tidak separuh dari Swedia( 60 persen), Belgia( 54 persen), serta Belanda

( 53 persen) yang berkata kalau mereka tidak yakin pada Tuhan. Di area lain yang disurvei, semacam Amerika Latin serta Afrika sub- Sahara, Ateis biasanya jauh lebih tidak sering.

Keempat, mayoritas Ateis merupakan anak muda. Bagi riset lanskap keimanan 2014, dekat 7 dari 10 Ateis Amerika Sindikat merupakan pria( 68 persen). Umur pada umumnya Ateis merupakan 34. Ateis pula lebih mengarah berkulit putih( 78 persen) serta berakal besar. Dekat 4 dari 10 Ateis( 43 persen) mempunyai titel ahli. Ateis yang mengenali dirinya sendiri pula mengarah berkawan dengan Partai Demokrat serta dengan politik bebas.

Kelima, untuk Ateis, agama tidak berarti. Beberapa besar Ateis Amerika Sindikat berkata, agama tidak sangat ataupun serupa sekali tidak berarti dalam hidup mereka( 93 persen) serta kalau mereka tidak sering ataupun tidak sempat berharap( 97 persen).

Dekat sepertiga dari Ateis Amerika berkata kalau mereka mempertimbangkan maksud serta tujuan hidup paling tidak tiap minggu( 35 persen) serta kalau mereka kerap merasakan ketenangan serta keselamatan kebatinan yang mendalam( 31 persen).

Kenyataannya, riset lanskap religius membuktikan kalau Ateis lebih bisa jadi dari orang Kristen Amerika Sindikat buat berkata kalau mereka kerap merasa bingung mengenai alam sarwa.

Keenam, untuk Ateis, keluarga sangat berarti dalam hidup. Semacam mayoritas orang Amerika Sindikat, mayoritas Ateis mengatakan keluarga selaku arti kehidupan. Tidak hanya itu, kegemaran ataupun aktivitas yang mereka gemari pula lebih berarti.

Mereka yang Ateis pula lebih memprioritaskan finansial serta harta, daya cipta, darmawisata, serta aktivitas tamasya. Tidak membingungkan, amat sedikit Ateis Amerika Sindikat yang berkata kalau mereka menciptakan arti hidup dalam spiritualitas.

Ketujuh, Ateis mempunyai pemikiran minus kepada agama. Dalam banyak permasalahan, jadi seseorang Ateis tidak cuma mengenai menyangkal merek serta keyakinan agama dengan cara individu. Mereka pula mengatakan pemikiran minus kala ditanya mengenai kedudukan agama dalam warga.

Misalnya, 7 dari 10 Ateis Amerika Sindikat berkata akibat agama menyusut dalam kehidupan khalayak Amerika Sindikat serta ini merupakan perihal yang bagus bagi survey 2019. Kurang dari satu dari 5 orang berusia Amerika Sindikat dengan cara totalitas memberi pemikiran ini.

Kebanyakan Ateis pula berkata, gereja serta badan keimanan lain lebih banyak mudarat dari kebaikan di warga serta bagian yang lebih besar berkata badan agama mempunyai akibat yang sangat besar dalam politik Amerika Sindikat.

Kedelapan, Ateis tidak yakin, tetapi lumayan ketahui mengenai agama. Dalam survey wawasan agama 2019 Pew Research Center, Ateis tercantum di antara golongan dengan kemampuan terbaik, menanggapi pada umumnya dekat 18 dari 32 persoalan bersumber pada kenyataan dengan betul, sedangkan orang berusia Amerika Sindikat dengan cara totalitas memperoleh pada umumnya dekat 14 persoalan dengan betul.

Ateis paling tidak serupa berpengetahuannya mengenai pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan Kristen kurang lebih 8 dari 10 di kedua golongan, misalnya, ketahui kalau Paskah memeringati kebangkitan Yesus serta mereka pula 2 kali lebih bisa jadi dari orang Amerika Sindikat dengan cara totalitas buat mengenali kalau konstitusi Amerika Sindikat berkata tidak terdapat tes agama yang dibutuhkan buat menggenggam kedudukan khalayak.

Kesembilan, Ateis percaya mempunyai akhlak bagus tidak butuh berkeyakinan. Beberapa besar orang Amerika Sindikat berkata, tidak butuh yakin pada tuhan buat beradab, sedangkan yang lain berkata yakin pada tuhan dibutuhkan buat mempunyai nilai- nilai yang bagus, bagi survey 2017.

Di negeri maju yang lain, Ateis mengarah berkata kalau keyakinan pada Tuhan amat berarti buat akhlak yang bagus, tercantum 15 persen Ateis di Prancis. Namun, di banyak bagian bumi lain, nyaris seluruh orang berkata kalau seorang wajib yakin pada tuhan buat beradab, tercantum di Indonesia, Ghana, serta Pakistan, bagi survey global Pew Research Center 2013.

Kesepuluh, tindakan orang Amerika Sindikat pada Ateis tidak sehangat dengan orang berkeyakinan. Survey Pew Research Center 2019 memohon orang Amerika Sindikat buat memperhitungkan golongan buat mengukut perasaan dari 0( sedingin serta minus bisa jadi) sampai 100( tingkatan terhangat, sangat positif). Orang berusia Amerika Sindikat berikan Ateis tingkatan pada umumnya 49, sama dengan tingkatan yang mereka bagikan pada Orang islam( 49) serta lebih dingin dari pada umumnya yang diserahkan pada orang Ibrani( 63), Kristen( 60), serta Kristen evangelis( 56).

Kaum Ateis Di Indonesia Dianggap Sebagai Komunis
Informasi

Kaum Ateis Di Indonesia Dianggap Sebagai Komunis

Kaum Ateis Di Indonesia Dianggap Sebagai Komunis – Jadi seseorang kafir di Indonesia kelihatannya memanglah wajib lebih legowo, berjaga- jaga, serta menyambut bermacam pemisahan dari negeri yang amat religius. Terlebih opsi jadi kafir sering dibenturkan pada bulir sila awal Pancasila, ialah Ketuhanan Yang Maha Satu.

Kaum Ateis Di Indonesia Dianggap Sebagai Komunis

Kaum Ateis Di Indonesia Dianggap Sebagai Komunis

outcampaign – Sesungguhnya, apa itu kafir? Apa pula kelainannya dengan agnostik? Sebutan ateisme umumnya dipakai buat mengklasifikasikan cakupan banyak orang yang tidak yakin, dari mereka yang mempersoalkan kehadiran Tuhan dengan cara teologis sampai mereka yang dengan cara kasar melanda posisi teistik.

Baca juga : Plat Mobil Bertuliskan IM GOD ditolak, Atheis Amerika Gugat Pihak Berwenang

Dalam bukunya yang bertajuk Atheism in Antiquity, Bremmer menarangkan kalau ateisme sesungguhnya mempunyai bermacam pemahaman, tidak cuma dalam keyakinan sosial serta individu ataupun kehabisan, namun pula dalam kerumitan filosofis yang biasanya tidak diakui dalam artikel biasa.

Pemelihara kafir yang sangat populer merupakan Richard Dawkins, yang sudah menulis bermacam novel mengenai poin Ateisme. Dawkins, seseorang Pakar Hayati, membenarkan daya serta akibat sosial dari agama.

Dari dedikasi Dawkins sampai buatan akademisnya mengenai hayati evolusioner, beliau sudah jadi salah satu komentator agama yang sangat terkenal. Dari kritik ini, Dawkins sudah jadi pendukung ateisme humanistik.

Agama Dawkins merupakan, agama serta ilmu tidak bisa hidup berdampingan. Agama mengganggu perkembangan serta inovasi sosial. Ia amat kritis kepada fundamentalisme selaku daya pemeras yang misterius dalam warga.

Dawkins selalu menyuguhkan alasan objektif melawan agama serta spesialnya monoteisme. Lebih spesial lagi, diskusinya mengenai agama dalam filosofi sosial serta metafisika membagikan alasan akal sehat serta alibi yang bisa dicermati, yang berpusat pada keterbatasan Tuhan serta minimnya campur tangan ilahi di bumi.

Dalam bukunya yang terkenal, The God Delusion, Dawkins beranggapan, kafir sendiri merupakan orang wajar, benar, serta intelektual semacam populasi yang lebih besar. Ia mengatakan mereka“ pintar” ataupun orang yang siuman hendak bumi objektif serta modern.

Sedangkan itu, agnostisisme,( dari bahasa Yunani agnōstos,“ tidak bisa dikenal”), dengan cara jelas menarangkan, agnostisisme ataupun agnostik merupakan ajaran yang memosisikan orang tidak bisa mengenali kehadiran apa juga di luar kejadian pengalaman mereka, dikutip Britannica.

Sebutan ini setelah itu disamakan dalam bahasa terkenal dengan skeptisisme mengenai pertanyaan- pertanyaan keimanan dengan cara biasa, serta spesialnya dengan antipati kepada keyakinan konvensional Kristen di dasar akibat pandangan objektif modern.

Tutur agnostisisme ataupun agnostik awal kali dilahirkan dengan cara khalayak pada 1869 pada pertemuan Warga Filsafat di London oleh T. H. Huxley, seseorang pakar hayati Inggris, serta pemenang filosofi kemajuan Darwin.

Ia menciptakannya selaku merek yang sesuai buat letaknya sendiri.“ Itu timbul di kepala aku selaku sugestif berlawanan dengan‘ Gnostik’ asal usul Gereja yang berterus terang ketahui banyak mengenai keadaan yang aku tidak ketahui,” catat Britannica.

Memanglah, umumnya agnostik dikontraskan dengan ateisme selaku selanjutnya:

“ Orang Aaeis melaporkan kalau tidak terdapat Tuhan, sebaliknya orang agnostik cuma melaporkan kalau ia tidak ketahui( bila terdapat Tuhan).”

Statment Huxley menimbulkan kenyataan kalau agnostisisme berhubungan dengan ketidaktahuan, serta ketidaktahuan ini dengan cara spesial merujuk pada lingkup ajaran agama, catat Britannica.

Singkatnya, perbandingan keyakinan serta ketidakpercayaan hendak Tuhan semacam selanjutnya:

– Teis Gnostik: Kamu yakin pada Tuhan serta“ ketahui” ini betul.

– Agnostic Theist: Kamu yakin pada Tuhan tanpa“ mengenali” apakah itu betul.

– Kafir Gnostik: Kamu tidak yakin pada Tuhan serta“ ketahui” ini betul.

– Agnostik Kafir: Kamu tidak yakin pada Tuhan tanpa“ mengenali” apakah itu betul.

Klaim ketiga dikira“ ateisme gnostik” serta bisa ditafsirkan selaku,“ Aku yakin serta‘ ketahui’ kalau Tuhan tidak terdapat.” Klaim keempat, sedangkan itu, merupakan ateisme agnostik:“ Aku tidak yakin kalau Tuhan itu terdapat, namun aku tidak‘ ketahui’ kalau ketidakberadaan Tuhan itu betul.” Perbandingan antara klaim ini tidak jelas namun berarti buat dimengerti, catat Atheis Republic.

Baca juga : Agama dan Politik Hitam

Atheis  di Indonesia Indonesia sesungguhnya sempat mempunyai komunitas kafir bernama Indonesian Atheist( Beliau) pada 2008- 2013, dipaparkan oleh Burhanuddin dalam pengumuman Postingan Objektif Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Beliau sendiri pada 2013 mengklaim mempunyai 7. 000 badan, dengan ketuanya dikala itu Karl Karnadi yang sekalian penggagas Beliau pada 2008 lewat alat sosial.

Dalam perjalanannya selaku komunitas kafir, Beliau melaksanakan antipati suatu hukum yang sudah akhir serta berdebat hal rancangan Tuhan. Dari suatu media penampung non- believers, kemudian mengutarakan ilham dengan cara kasar mendobrak tataran konstitusi.

Kedatangan Beliau sering berhubungan dengan hukum negeri Indonesia yang mengatakan kalau kafir tidak bisa bertumbuh di Indonesia. Malah bagi mereka, hukum menjamin independensi tiap masyarakat negeri, cuma saja warga kurang memperhatikan. Dengan begitu, golongan kafir senantiasa dapat hidup di Indonesia dengan rukun tanpa pembedaan dari pihak manapun, catat Burhannudin.

Terdapat 2 tujuan Karl Karnadi mendirikan Beliau, ke dalam serta ke luar. Ke dalam, Beliau mau mensupport serta menghibur sahabat kafir terdiskriminasi dalam bumi jelas, semacam penyembunyian bukti diri selaku kafir.

“ Siswa wajib berbohong berkeyakinan di hadapan keluarganya, suami ataupun istri wajib berbohong di hadapan anak serta pendampingnya. Serupa sekali tidak gampang,” tutur Karl Karnadi dinukil Merdeka. com.

Ke luar, Beliau mau mengenalkan keberadaan kafir di Indonesia serta mau ditatap bukan selaku kompetitor, tetapi selaku sesama orang, sesama masyarakat Indonesia.

“ Pangkal dari konflik merupakan bias minus yang kerap salah serta terhambur besar. Prasangka- prasangka minus ini mau kita luruskan,” nyata Karl Karnadi.

Negeri yang mempunyai sistem peliputan agama ataupun agama yang dianut semacam dalam wujud kartu bukti diri, jadi salah satu penghalang kegiatan administratif selaku masyarakat negeri untuk para kafir ataupun agnostik.

Informasi yang diluncurkan International Humanist and Ethical Union( IHEU), negeri yang mengharuskan warganya memasukkan ataupun memberi tahu status keyakinannya semacam Bangladesh, Mesir, Indonesia, Kuwait, Malaysia, serta Yordania diklasifikasikan selaku negeri yang tidak ramah kafir, catat Tirto.

Sedang dari pangkal yang serupa, di Indonesia, pembedaan kepada kafir diawali semenjak terdapatnya pembenaran ikatan antara ateisme dengan komunis, yang dikokohkan lewat kebijaksanaan negeri mengharuskan pencantuman bukti diri agama ke dalam KTP semenjak 1967.

Alergi komunisme yang berhubungan dengan ateisme kerap mengkutip statment ateisme Marxis- Leninis yang mengatakan kalau“ agama merupakan kegemaran orang”; dengan begitu, Marxisme- Leninisme dikira mengarahkan ateisme, dibandingkan agama agama untuk pengikut mengerti Komunis.

Tidak hanya itu, artikel penistaan agama dalam KUHP sedang dipakai buat memerangkap kafir, begitu pula UU ITE, catat Tirto. id.

Kemudian, apakah terdapat hukum yang menata kafir serta agnostik di Indonesia? Sesungguhnya tidak terdapat hukum yang mencegah seorang menganut mengerti ateisme, walaupun seorang itu hendak kesusahan dalam mengurus sebagian administrasi negeri semacam KTP atau Pernikahan.

Tetapi, nyatanya hukum Indonesia mencegah seorang mengedarkan ateisme dengan bahaya ganjaran kejahatan bersumber pada Artikel 156a Buku Hukum Hukum Kejahatan( KUHP) yang mengatakan:

“ Dipidana dengan kejahatan bui paling lama 5 tahun benda siapa dengan terencana di wajah biasa menghasilkan perasaan ataupun melaksanakan aksi:

Baca pula: Agama di Indonesia, Mengapa Sedemikian itu Berarti?

– yang pada pokoknya bertabiat konflik, penyalahgunaan ataupun penodaan kepada sesuatu agama yang dianut di Indonesia;

– dengan arti supaya biar orang tidak menganut agama apa juga pula, yang beralaskan Ketuhanan Yang Maha Satu.”

Dikutip Hukum Online, salah satu permasalahan asumsi penyebaran mengerti ateisme yang terdaftar merupakan semacam yang dicoba seseorang karyawan negara awam( PNS) di Tubuh Pemograman Pembangunan Wilayah( Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Alexander Aan( 30 tahun).

Alexander ditahan atas dakwaan penistaan agama( Artikel 156 KUHP). Tadinya, Alexander berterus terang selaku kafir dalam suatu akun Facebook yang diberi julukan“ Atheis Minang”. Warga berterus terang gelisah dengan kehadiran akun itu.

Kapolres Dharmasraya, Komisaris Besar Polisi Chairul Teragung berkata, sehabis menginvestigasi Alexander, ia tidak melaksanakan pelanggaran apa juga dengan jadi jadi kafir.

Kala berprofesi selaku Pimpinan Dewan Konstitusi Mahfud MD, pada 2012 kemudian beliau melaporkan, kehadiran kalangan pengikut kafir serta komunis di Indonesia diperbolehkan. Beliau merujuk pada konstitusi kalau independensi wajib dikira sebanding, dikutip Kompas.

“ Tetapi mereka tidak bisa mengusik independensi orang lain, paling utama orang yang menganut agama khusus. Independensi wajib dikira serupa.”

Mahfud menarangkan, pelarangan kepada kehadiran orang kafir serta komunis melanggar hak asas orang serta pendemokrasian yang lagi berjalan di Indonesia, tulis Kompas.

Bila berdasarkan statment Mahfud MD serta Artikel 156a KUHP, sepatutnya warga penganut agama ataupun gerakan agama apa juga tidak butuh merasa terganggu dengan kehadiran kafir ataupun agnostik, sebab agama yang mereka dekap sebaiknya tidak gampang goyah, melainkan memanglah terdapat penistaan agama oleh seseorang kafir ataupun agnostik, atau mereka memforsir seorang itu tidak menyakini Tuhan dengan mencetuskan bentrokan.

Ini pula telah diatur dalam Artikel 156 KUHP, alhasil pembedaan antar- warga negeri yang bergengsi tidak sebaiknya terjalin.

Demikian juga situasi hukum Indonesia sebaiknya tidak melaksanakan pembedaan, paling utama dalam perihal administratif yang bisa membatasi kegiatan seseorang masyarakat negeri yang hak asasinya nyata dipastikan konstitusi.

Plat Mobil Bertuliskan IM GOD ditolak, Atheis Amerika Gugat Pihak Berwenang
Blog Informasi

Plat Mobil Bertuliskan IM GOD ditolak, Atheis Amerika Gugat Pihak Berwenang

Plat Mobil Bertuliskan IM GOD ditolak, Atheis Amerika Gugat Pihak Berwenang – Seorang Atheis Amerika menggugat para administratur di Negeri Bagian Kentucky, Amerika Sindikat, sehabis mereka menyangkal permohonan no piringan hitam mobil yang dapat terbaca” IM GOD” ataupun berati Aku merupakan Tuhan.

Plat Mobil Bertuliskan IM GOD ditolak, Atheis Amerika Gugat Pihak Berwenan

Plat Mobil Bertuliskan IM GOD ditolak, Atheis Amerika Gugat Pihak Berwenan

outcampaignBennie Hart berkata arti dari opsi atas piringan hitam mobilnya merupakan buat membuktikan kemustahilan buat melawan siapa juga yang berterus terang selaku Tuhan. Tetapi para administratur pemindahan di negeri bagian yang warganya terkategori konvensional dengan cara agama itu memutuskan kalau piringan hitam no itu dapat alihkan atensi para juru mudi yang lain serta dapat memunculkan permasalahan.

Baca juga : Kelompok Minoritas Kaum Ateis di Pakistan Mulai Merasa Terancam

Para aktivis independensi awam setelah itu mengajukan permasalahan Hart dengan cara hukum. Hart berkata kalau dirinya telah mempunyai piringan hitam mobil yang serupa dikala bermukim di Negeri Bagian Ohio sepanjang 12 tahun serta tidak memiliki permasalahan apapun dengan piringan hitam mobilnya.

” Aku cuma mau mempunyai peluang yang serupa buat memilah catatan individu buat piringan hitam mobil aku semacam perihalnya para juru mudi lain,” tutur Hart, yang bermukim di Kenton County, Kentucky Utara.” Tidak terdapat yang asusila ataupun cabul mengenai pemikiran aku kalau agama agama ialah pemahaman individu.”

Aliansi Independensi Awam Amerika di Kentucky( American Civil Liberties Union of Kentucky ACLU- KY) serta Yayasan Merdeka dari Agama( Freedom From Religion Foundation) mengajukan petisi hukum atas julukan Hart kepada Menteri Pemindahan Kentucky Greg Thomas dengan azas independensi berdialog.

Ketua hukum ACLU- KY William Sharp berkata kalau di dasar Amandemen Awal Amerika Sindikat, para administratur penguasa” tidak mempunyai wewenang buat menyensor pesan- pesan cuma sebab tidak menyukainya.”” Serta dalam perihal ini, piringan hitam nomor- nomor opsi individu merupakan wujud mimik muka orang yang bersama pantas menemukan proteksi Amandemen Awal,” tuturnya. Pihak daulat pemindahan Kentucky menyangkal buat menanggapi permasalahan ini.

Seseorang Atheis Amerika menggugat para administratur di Negeri BagianKentucky, Amerika Sindikat, sehabis mereka menyangkal permohonan no piringan hitam mobil yang dapat terbaca” IMGOD” ataupun berati Aku merupakan Tuhan. Bennie Hart berkata arti dari opsi atas piringan hitam mobilnya merupakan buat membuktikan kemustahilan buat melawan siapa juga yang berterus terang selaku Tuhan. Tetapi para administratur pemindahan di negeri bagian yang warganya terkategori konvensional dengan cara agama itu memutuskan kalau piringan hitam no itu dapat alihkan atensi para juru mudi yang lain serta dapat memunculkan permasalahan.

Para aktivis independensi awam setelah itu mengajukan permasalahan Hart dengan cara hukum. Hart berkata kalau dirinya telah mempunyai piringan hitam mobil yang serupa dikala bermukim di Negeri Bagian Ohio sepanjang 12 tahun serta tidak memiliki permasalahan apapun dengan piringan hitam mobilnya.

” Aku cuma mau mempunyai peluang yang serupa buat memilah catatan individu buat piringan hitam mobil aku semacam perihalnya para juru mudi lain,” tutur Hart, yang bermukim di Kenton County, Kentucky Utara.” Tidak terdapat yang asusila ataupun cabul mengenai pemikiran aku kalau agama agama ialah pemahaman individu.”

Aliansi Independensi Awam Amerika di Kentucky( American Civil Liberties Union of Kentucky ACLU- KY) serta Yayasan Merdeka dari Agama( Freedom From Religion Foundation) mengajukan petisi hukum atas julukan Hart kepada Menteri Pemindahan Kentucky Greg Thomas dengan azas independensi berdialog.

Ketua hukum ACLU- KY William Sharp berkata kalau di dasar Amandemen Awal Amerika Sindikat, para administratur penguasa” tidak mempunyai wewenang buat menyensor pesan- pesan cuma sebab tidak menyukainya.”” Serta dalam perihal ini, piringan hitam nomor- nomor opsi individu merupakan wujud mimik muka orang yang bersama pantas menemukan proteksi Amandemen Awal,” tuturnya. Pihak daulat pemindahan Kentucky menyangkal buat menanggapi permasalahan ini.

Stigma jadi Atheis di Amerika Serikat

Kalangan Atheis di Amerika Sindikat mengadakan karnaval, mendirikan stasiun tv serta mensupport tindakan masyarakat negeri itu yang berterus terang dengan cara terbuka selaku Atheis.” Aduhai kalangan Atheis, Kamu tidak seorang diri. Kamu pantas memperoleh kesetaraan dalam seluruh perihal,” tutur arahan kalangan Atheis di Amerika Sindikat, David Silverman, dalam pidatonya.

David Siverman mengantarkan pidatonya kala peresmian stasiun tv Atheist Televisi, yang didedikasikan pada banyak orang yang tidak yakin kepada kehadiran Tuhan. Berakhir ceramah itu, banyak orang yang muncul dalam kegiatan itu membuat bukti kalau mereka merupakan pengikut Atheis, semacam dikabarkan reporter BBC Aleem Maqbool dari Ohio, AS.

” Ini merupakan salah satu ketetapan terbaik yang sempat aku untuk sepanjang hidup aku,” tutur Mark Hatcher, seseorang masyarakat AS kulit gelap yang berterus terang Atheis. Ia setelah itu memohon supaya masyarakat AS- yang dengan cara bisik- bisik menganut ateis- buat melaporkan” dengan cara terbuka” kepada keyakinannya itu. Untuk mayoritas masyarakat AS, bujukan buat berterus terang selaku Atheis tidaklah perkara gampang serta apalagi teramat susah, tutur beberapa mereka kala membuat bukti.

Khawatir dikucilkan

Seseorang partisipan karnaval bernama Jamila Bey berkata banyak partisipan pertemuan mahasiswa sekuler AS di Columbus, Ohio, yang” nampak gugup” kala diwawancarai mengenai agama ateisnya.” Beberapa mahasiswa tidak berani berlagak terbuka. Orang berumur mereka bisa jadi tidak ketahui kalau buah hatinya itu menganut Atheis ataupun mempersoalkan agama agamanya,” tutur Jamila.

Baginya, beberapa mereka berterus terang” khawatir diasingkan” dampak berterus terang Atheis dan takut diperlakukan semena- mena karena tidak yakin kehadiran Tuhan. Lain lagi cerita Lasan Dancay- Bangura, mahasiswa berumur 22 tahun. Ia merupakan arahan golongan Atheis di kampusnya.

Ia berkata, ibunya luang terguncang dikala mengenali dirinya merupakan Atheis.” Bunda aku pula amat marah,” ucapnya.” Tetapi aku pikir, bunda aku hendak menyambut opsi aku ini, meski sepanjang ini kita tidak membahas pertanyaan ini. Aku percaya, bunda aku tidak hendak mengusir aku dari rumah,” ucapnya. Tetapi begitu, Dancay- Bangura berterus terang ia belum memberitahu bapaknya mengenai pilihannya jadi Atheis.

Warga tidak menerima

Kebalikannya, orang berumur Katelyn Campbell, 19 tahun, asal West Virginia, bisa menguasai serta mensupport seluruhnya tindakan putrinya yang jadi Atheis. Perkaranya, tindakan ini belum dapat diperoleh oleh warga yang bermukim di dekat kediamannya.” Di SMA, kala aku berjalan di depan mereka, seketika seluruh bungkam. Mereka bisa jadi saja hendak meludahi aku,” tutur Katelyn. 2 tahun kemudian, beliau menentang masuknya pelajaran agama di sekolahnya, serta ia berterus terang sedang merasakan akibatnya atas ulahnya itu.

Dalam bermacam informasi mengatakan, perkara agama di Amerika Sindikat sedang jadi perkara amat berarti bila dibanding dengan negara- negara di Eropa. Meski terdapat usaha buat mengganti metode penglihatan semacam itu di golongan kanak- kanak belia, tercantum membuat stasiun tv Atheis, perkara agama jadi dimensi berarti buat dapat diperoleh warga di AS, begitu kesimpulan suatu survey.

Kelompok Minoritas Kaum Ateis di Pakistan Mulai Merasa Terancam
Blog Informasi

Kelompok Minoritas Kaum Ateis di Pakistan Mulai Merasa Terancam

Kelompok Minoritas Kaum Ateis di Pakistan Mulai Merasa Terancam – Jadi kafir di Pakistan bisa mengecam hidup. Tetapi, dengan cara bisik- bisik, segerombol orang yang tidak menyakini Tuhan silih mensupport satu serupa lain. Gimana mereka bertahan hidup di negeri yang memidana orang penista agama? Omar memilah tidak yakin pada Tuhan. Ia merupakan salah satu penggagas suatu tim online tempat terkumpul golongan kafir di Pakistan.

Kelompok Minoritas Kaum Ateis di Pakistan Mulai Merasa Terancam

Kelompok Minoritas Kaum

outcampaign – Walaupun begitu, di forum online juga mereka wajib berjaga- jaga. Badan tim ini memakai bukti diri ilegal.” Kita wajib hati- hati dengan siapa kita bersahabat,” tutur ia.

Seorang yang bertamu Omar berterus terang sudah mendatangi akun Facebook Omar serta mengecap gambar Omar serta keluarganya.” Aku tidak lagi nyaman,” ucapnya.

Baca juga : Ideologi Ateis Sudah Merambah Di Kalangan Mahasiswa Turki

Di Pakistan, mengirim konten online mengenai ateisme mempunyai akibat sungguh- sungguh. Di dasar Hukum Kesalahan Siber yang terkini saja diterbitkan, unggah konten yang bertabiat menista agama merupakan aksi melanggar hukum.

Penguasa memasang promosi di pesan berita nasional yang isinya memohon badan warga buat memberi tahu tiap konten yang dipercayai dapat dikategorikan selaku penistaan agama. Serta ketentuan ini lagi ditegakkan. Pada Juni 2017, Taimoor Reza dihukum mati sebab mengirim konten penistaan agama di Facebook.

Novel setiap hari seseorang kafir Pakistan,” Zahir” merupakan penggerak online yang memakai alat sosial buat mengekspresikan gagasan kafir serta menanggapi politik di Pakistan.

” Novel setiap hari, saat ini saya telah membuat 4 akun Twitter dalam satu tahun. Yang terakhir diblokir mulanya malam. Seberapa kaburnya rincian tentangku ataupun lukisan biasa yang saya maanfaatkan tidak jadi pertanyaan. Seakan seorang lalu mengawasiku. Mereka mau membungkamku.”

Akhirnya, para kafir merasa kebebasan mereka buat mempersoalkan keberadaan Tuhan rawan. Omar percaya penguasa lagi bertarung dengan para bloger kafir.” Seseorang sahabat aku lazim menulis buat melawan fundamentalisme agama,” tuturnya.

” Kita umumnya melaksanakan tim[online] bersama- sama. Aku ketahui kalau ia sempat disiksa dengan akut. Sedemikian itu Kamu diculik, terdapat mungkin besar badan terdapat kembali dalam tas.”

” Negeri memanglah melaksanakannya dengan terencana, jadi yang tertinggal( yang belum diculik), seakan menemukan peringatan kalau bila Kamu melewati batasan Kamu hendak mengalami perihal semacam ini.”

Tahun ini, 6 penggerak dikabarkan sudah diculik sehabis mengirim konten di forum pro- ateis serta anti- pemerintah. Salah satu penggerak berdialog pada BBC tetapi tidak mau diidentifikasi. Ia yakin kalau tubuh intelijen Pakistan tidak cuma mengincar para pengkritik Islam, tetapi pengkritik negeri. Dalam pemikirannya, penguasa berupaya melempangkan asumsi kalau masyarakat negeri yang bagus tentu seseorang orang islam yang bagus.

” Hamza” merupakan seseorang bloger serta penggagas forum kafir online.” Dear diary. Sebagian orang menyebutnya selaku penahanan tetapi itu merupakan suatu penculikan. Saya ditahan sepanjang 28 hari Mereka tidak hendak mengatakan siapa diri mereka tetapi saya percaya itu merupakan tentara. Terdapat 8 hari penganiayaan serta 20 hari buat pengobatan. Semua tubuhku menghitam. Mereka membuatku memaraf statment yang mengatakan saya menangisi apa yang saya jalani serta kalau saya tidak hendak lagi ikut serta dalam web politik serta agama. Serta keluargaku hendak jadi sasaran bila saya berdialog dengan alat.”

Pakistan tahun ini memperingati 70 tahun kemerdekaannya. Semenjak tahun 1956, negeri ini jadi republik Islam. Tetapi banyak kafir merasa Pakistan lebih monolitik dari tadinya.

Dalam sebagian tahun terakhir, tutur mereka, tindakan ketaatan kepada Islam terus menjadi nampak dalam kehidupan khalayak. Metode berpakaian versi Saudi terus menjadi ditegakkan. Ulama- ulama tv membuat adat pop serta jadi orang Pakistan terus menjadi berhubungan dengan jadi seseorang Orang islam yang patuh.

Baca juga : Agama dan Politik Hitam

Walaupun ateisme tidak dengan cara teknis melanggar hukum di Pakistan, kemurtadan dikira bisa dihukum mati dalam sebagian pengertian Islam. Akhirnya, berdialog di depan biasa bisa mengecam jiwa.

Banyak kafir Pakistan berjumpa dengan cara rahasia dalam pertemuan spesial ajakan. Para kafir di Lahore mempunyai agenda gabung bulanan di gedung- gedung yang dilindungi ataupun di rumah- rumah individu.

Salah satu dari mereka yang muncul menarangkan:” Ini semacam suatu warga rahasia. Ini merupakan buih dimana kita dapat rumpi. Bukan cuma mengenai Richard Dawkins serta Sam Harris. Kita bisa jadi cuma berdialog mengenai keadaan yang terjalin dikala ini. Ini merupakan tempat Kamu dapat lapang serta betul- betul jadi diri sendiri.”

Pada pertemuan ini, beberapa besar kafir ialah masyarakat yang mampu serta lancar berbicara Inggris. Duit memanglah membagikan sejenis hak eksklusif serta proteksi untuk banyak orang yang melawan Tuhan. Tetapi, banyak pula orang Pakistan yang mengatakan diri mereka kafir yang bermukim di desa- desa.

” Suhaib” terkini saja lolos dari universitas di Punjab

” Dear diary, petang ini di universitas, seseorang ikhwan mendekatiku serta mengatakan: Aku mau berdebat dengan Kamu, aku mengikuti Kamu seseorang kafir. Itu merupakan pernyataan ketidakpercayaan, seakan menanya: Gimana Kamu dapat berperan? Ia mau ketahui dari mana saya menemukan akhlak ini. Menurutnya, etiket berawal dari agama serta tanpa kepercayaan kalian tidak dapat diharapkan mempunyai akhlak. Petang harinya saya menulis catatan ke seluruh temanku: Berhentilah berikan ketahui orang jika saya seseorang kafir. Aku tidak mau mati. Saya berlatih kalau berlagak hati- hati itu baik.

Zafer tadinya merupakan bilal, laki- laki yang melantamkan adzan di langgar di desanya. Ia lazim doa 5 kali satu hari serta jadi mahasiswa dogma Islam. Kala menemukan profesi di aspek teknologi data serta alih dari rumah keluarganya, beliau mengetahui pemikirannya mengenai agama sudah berganti.

” Keluarga aku memandang pergantian ini. Bunda aku beranggapan seorang sudah mengguna- mengguna aku. Aku diberi air bersih buat diminum serta diberi santapan yang sudah diberkati. Dia pikir itu hendak menghilangkan jampi- jampi sihir.”

” Hari- hari ini, aku melaksanakan doa Jumat serta memperingati Idul Fitri cuma semacam ritual sosial. Keluarga aku ketahui kalau aku bukan orang yang beragama tetapi mereka berikan aku ruang buat jadi diri aku sendiri- selama aku tidak sangat bunyi mengenai jadi seseorang kafir.”

” Bila Kamu mau melaksanakan keadaan tertentu- lakukan dengan etika, hormati orang berumur Kamu serta berperilakulah layak di depan umum- Anda dapat lulus dengan jadi ateis.”

Departemen Teknologi Data menyangkal permohonan aku buat tanya jawab, mengatakan kalau kampanye yang mengiklankan hukum kesalahan siber merupakan” semata- mata tingkatkan pemahaman”. Mereka tidak hendak menanggapi asumsi penculikan penggerak online itu.

Khaldun Shahid merupakan seseorang wartawan yang sudah mengabadikan jawaban penguasa kepada ateisme di ranah khalayak. Ia beriktikad penggerak kafir online diculik oleh penguasa sebab menantang agama serta menantang negeri kerap kali silih berhubungan.

” Terdapat 2 lembu bersih di Pakistan,” tuturnya.” Yang satu merupakan angkatan, yang satunya merupakan Islam. Tiap orang yang menantang salah satu lembu bersih ini, tentu pula hendak membahas mengenai lembu yang lain. Web yang adminnya diculik, amat kritis kepada kebijaksanaan tentara serta penguasa. Jadi penistaaan agama jadi perlengkapan yang gampang buat dipakai.”

” Dengan satu kali babat, mereka mengunci mulut beraneka ragam kritik.” Sebagian julukan dalam postingan ini telah diganti buat mencegah bukti diri penyumbang.

Ideologi Ateis Sudah Merambah Di Kalangan Mahasiswa Turki
Blog Informasi

Ideologi Ateis Sudah Merambah Di Kalangan Mahasiswa Turki

Ideologi Ateis Sudah Merambah Di Kalangan Mahasiswa Turki – ” Ini merupakan salah satunya perihal yang mengaitkan aku dengan Islam,” tutur Meve, sembari menunjuk ke arah kerudung merahnya. Merve membimbing agama pada murid- murid sekolah dasar di Turki. Dahulu ia luang jadi pengikut yang amat konvensional.

Ideologi Ateis Sudah Merambah Di Kalangan Mahasiswa Turki

Ideologi Ateis Sudah Merambah Di Kalangan Mahasiswa Turki

outcampaign – ” Aku apalagi tidak berjabat tangan dengan laki- laki,” ucapnya di suatu kedai kopi di Istanbul. ” Tetapi saat ini aku tidak ketahui apakah terdapat Tuhan ataupun tidak, serta aku betul- betul tidak hirau,” sambungnya.

Baca juga : Pengakuan Kontroversial 3 Anak muda Turki Tinggalkan Islam untuk Jadi Ateis

Sepanjang 16 tahun era kewenangan partainya Kepala negara Recep Tayyip Erdogan berdaulat, jumlah perguruan di seantero Turki sudah bertambah lebih dari 10 kali bekuk.

Kesekian kali ia menerangkan berartinya meningkatkan angkatan yang patuh berkeyakinan.

Tetapi, sebagian minggu terakhir, politisi serta beberapa malim membahas apakah kalangan belia yang patuh berkeyakinan sudah menghindar dari agama.

Poin ini amat mengena untuk Merve.

Sesuatu hari, hidup Merve berganti sehabis bangun dari tidur. Dikala itu, ia merasa amat tekanan mental serta meratap sepanjang berjam- jam. Ia setelah itu menyudahi buat doa.

Ketika ia berdoa, ia terkejut ketek mengetahui kalau ia meragukan kehadiran Tuhan.

” Pilihannya aku hendak edan ataupun bunuh diri. Keesokan harinya aku mengetahui kalau aku sudah kehabisan kepercayaan aku.”

Ia tidak seorang diri. Seseorang guru besar berkata kalau lebih dari 12 mahasiswi berjilbab sudah mendatanginya serta berterus terang kalau mereka sudah jadi kafir sepanjang satu tahun terakhir.

Bekir, mahasiswa teologi

Sebagian durasi kemudian, aku ialah partisan golongan radikal, semacam ISIS ataupun Angkatan laut(AL) Qaeda. Saat ini aku jadi kafir. Awal mulanya aku mau menciptakan akal sehat dalam Islam, tetapi aku tidak bisa menciptakannya. Kemudian aku mulai mempersoalkan Tuhan. Dahulu aku mensupport rezim Islam di mari. Tetapi, aniaya menciptakan revolusi. Mereka mau menindas kita serta kita mulai bereaksi.

Presentational grey line

Tetapi, bukan cuma ateisme yang dianut para siswa ini.

Dalam suatu golongan kegiatan di Konya, salah satu kota sangat konvensional di Turki, terdapat sebagian klaim kalau beberapa siswa perguruan mulai beriktikad deisme—keyakinan kalau terdapat Tuhan inventor tetapi tidak memberi hal di dalam bumi.

Baca juga : Agama dan Politik Hitam

Agama para siswa ini, begitu juga dikabarkan sebagian pesan berita antagonisme, berkembang sebab memperhitungkan” ketidakkonsistenan dalam Islam”.

Menteri Pembelajaran Ismet Yilmaz berkata pokja itu tidak memiliki dasar ilmu. Ia pula menyangkal seluruh informasi yang mengatakan angkatan patuh berkeyakinan di Turki mulai hadapi pergantian.

Walaupun tidak terdapat statistik ataupun telaah opini buat memandang seberapa besar uraian ini diiringi siswa Turki, artikel terdapatnya pergantian lumayan membuat para administratur Turki cemas hati.

Presentational grey line

Leyla, mahasiswi

Sesuatu hari, dikala berjalan mengarah pasar, aku mencopot kerudung aku serta tidak menggunakannya lagi. Papa aku tidak ketahui aku pengikut deisme. Bila ia ketahui, aku takut ia hendak menghindari adik wanita aku menempuh pembelajaran ahli. Kakak kalian berlatih ke universitas, serta itu yang terjalin padanya, bisa jadi itu yang papa aku tuturkan. Aku tidak memohon Tuhan menghasilkan aku, alhasil Tuhan tidak memohon apa- apa dari aku selaku balasannya. Aku memiliki hak buat hidup leluasa semacam burung.

Presentational grey line

Kepala Direktorat Hal Keimanan Turki, Ali Erbas, menepis penyebaran mengerti deisme ataupun ateisme di antara kalangan belia konvensional di negeri itu.

” Tidak terdapat masyarakat negeri kita yang ingin menganut rancangan yang sedemikian aneh serta hampa itu,” ucapnya.

Guru besar dogma, Hidayet Aybar, pula berkeras tidak terdapat perpindahan mengarah deisme.

” Deisme menyangkal nilai- nilai Islam. Mengerti itu menyangkal Quran serta menyangkal nabi- nabi. Mengerti itu pula menyangkal kayangan serta neraka, malaikat, serta reinkarnasi. Itu seluruh merupakan pilar- pilar Islam. Deisme cuma menyambut kehadiran Tuhan,” tutur Aybar.

Bagi filosfi deisme, Tuhan menghasilkan alam sarwa serta seluruh insan di dalamnya, tetapi tidak memberi ciptaannya serta tidak mempraktikkan ketentuan ataupun prinsip.

” Aku dapat membenarkan pada Kamu tidak terdapat tendensi mengarah deisme di antara kalangan belia konvensional kita,” tegasnya.

Presentational grey line

Omer, pengangguran

Aku sempat jadi karyawan negara. Sehabis usaha kudeta pada 2016, aku dihentikan. Aku tadinya anak muda yang relijius, konvensional, yang amat mensupport partai berdaulat dan kebijaksanaannya. Dikala aku dihentikan, aku mulai mempersoalkan Tuhan. Aku jadi teralienasi. Aku tidak mengatakan diri aku selaku pengikut deisme. Aku berambisi bisa membuat kembali ikatan aku dengan Islam, tetapi tidak ketahui apakah itu bisa jadi ataupun tidak.

Presentational grey line

Federasi ateisme Turki memperhitungkan pemikiran Profesor Aybar salah. Bagi federasi itu, ateisme lagi gaya serta apalagi pemimpin yang kafir juga terdapat.

” Di mari terdapat kegiatan tv yang berdebat apa yang sepatutnya dicoba kepada kafir. Sebagian beranggapan mereka wajib dibunuh, wajib dicincang kecil- kecil,” tutur ahli ucapan federasi kafir, Saner Atik.

” Butuh kegagahan yang besar buat mengatakan Kamu merupakan seseorang kafir dengan situasi semacam itu. Sementara itu, terdapat beberapa wanita mengenakan niqab yang dengan cara bisik- bisik berterus terang kalau mereka kafir, tetapi tidak dapat melepas niqab sebab khawatir dengan keluarga serta area dekat,” imbuh Atik.

Aku berjumpa dengan Merve buat kedua kalinya di rumah. Ia menyongsong aku tanpa mengenakan kerudung. Ia menyudahi tidak memanfaatkannya dikala lagi terletak di rumah, meski terdapat pria di sekelilingnya.

” Dikala awal kalinya aku berjumpa dengan laki- laki tanpa mengenakan kerudung, aku merasa amat aneh. Tetapi, saat ini seluruh terasa alami. Inilah aku saat ini.”

Seluruh julukan pengikut ateisme serta deisme yang diwawancarai dalam postingan ini sudah diganti.

Pengakuan Kontroversial 3 Anak muda Turki Tinggalkan Islam untuk Jadi Ateis
Blog Informasi

Pengakuan Kontroversial 3 Anak muda Turki Tinggalkan Islam untuk Jadi Ateis

Pengakuan Kontroversial 3 Anak muda Turki Tinggalkan Islam untuk Jadi Ateis – ” Ini merupakan salah satunya perihal yang mengaitkan aku dengan Islam,” tutur Meve, sembari menunjuk ke arah kerudung merahnya. Merve membimbing agama pada murid- murid sekolah dasar di Turki. Dahulu ia luang jadi pengikut yang amat konvensional.

Pengakuan Kontroversial 3 Anak muda Turki Tinggalkan Islam untuk Jadi Ateis

Bekir, mahasiswa teologi

outcampaign – ” Aku apalagi tidak berjabat tangan dengan laki- laki,” ucapnya, di suatu kedai kopi di Istanbul. ” Tetapi saat ini aku tidak ketahui apakah terdapat Tuhan ataupun tidak, serta aku betul- betul tidak hirau,” sambungnya, semacam dikabarkan BBC.

Sepanjang 16 tahun partai Kepala negara Recep Tayyip Erdogan berdaulat, jumlah perguruan di seantero Turki bertambah lebih dari 10 kali bekuk. Kesekian kali ia menerangkan berartinya meningkatkan angkatan yang patuh berkeyakinan.

Baca juga : Kenapa Jumlah Kaum Ateis Semakin Bertambah di Timur Tengah Khususnya Di Turki

Tetapi, sebagian minggu terakhir, politisi serta beberapa malim membahas apakah kalangan belia yang patuh sudah menghindar dari agama.

Poin ini amat mengena untuk Merve. Sesuatu hari, hidup Merve berganti sehabis bangun dari tidur. Dikala itu, ia merasa amat tekanan mental serta meratap sepanjang berjam- jam. Ia setelah itu menyudahi buat doa.

Ketika ia berdoa, ia terkejut kala mengetahui dirinya meragukan kehadiran Tuhan.

” Pilihannya aku hendak edan ataupun bunuh diri. Keesokan harinya aku mengetahui kalau aku kehabisan kepercayaan aku.”

Ia tidak seorang diri. Seseorang guru besar berkata, lebih dari 12 mahasiswi berjilbab mendatanginya serta berterus terang mereka jadi kafir sepanjang satu tahun terakhir.

1. Pengakuan Bekir, mahasiswa teologi

Sebagian durasi kemudian, aku ialah partisan golongan radikal, semacam ISIS ataupun Angkatan ALQaeda. Saat ini aku jadi kafir. Awal mulanya aku mau menciptakan akal sehat dalam Islam, tetapi aku tidak bisa menciptakannya.

Kemudian aku mulai mempersoalkan Tuhan. Dahulu aku mensupport rezim Islam di mari. Tetapi, aniaya menciptakan revolusi. Mereka mau menindas kita serta kita mulai bereaksi.

Tetapi, bukan cuma ateisme yang dianut para siswa ini.

Dalam suatu golongan kegiatan( pOkja) di Konya, salah satu kota sangat konvensional di Turki, terdapat sebagian klaim kalau beberapa siswa perguruan mulai beriktikad deisme—keyakinan kalau terdapat Tuhan inventor tetapi tidak memberi hal di dalam bumi.

Agama para siswa ini, begitu juga dikabarkan sebagian pesan berita antagonisme, berkembang sebab memperhitungkan” ketidakkonsistenan dalam Islam”.

Menteri Pembelajaran Ismet Yilmaz berkata, pokja itu tidak memiliki dasar ilmu. Ia pula menyangkal seluruh informasi yang mengatakan angkatan patuh berkeyakinan di Turki mulai hadapi pergantian.

Walaupun tidak terdapat statistik ataupun telaah opini buat memandang seberapa besar uraian ini diiringi siswa Turki, artikel terdapatnya pergantian lumayan membuat para administratur Turki cemas hati.

2. Pengakuan Leyla, mahasiswi

Sesuatu hari, dikala berjalan mengarah pasar, aku mencopot kerudung aku serta tidak menggunakannya lagi. Papa aku tidak ketahui aku pengikut deisme.

Bila ia ketahui, aku takut ia hendak menghindari adik wanita aku menempuh pembelajaran ahli.

Kakak kamu berlatih ke universitas, serta itu yang terjalin padanya, bisa jadi itu yang papa aku tuturkan. Aku tidak memohon Tuhan menghasilkan aku, alhasil Tuhan tidak memohon apa- apa dari aku selaku balasannya.

Aku memiliki hak buat hidup leluasa semacam burung.

Kepala Direktorat Hal Keimanan Turki, Ali Erbas, menepis penyebaran mengerti deisme ataupun ateisme di antara kalangan belia konvensional di negeri itu.

” Tidak terdapat masyarakat negeri kita yang ingin menganut rancangan yang sedemikian aneh serta hampa itu,” ucapnya.

Guru besar dogma, Hidayet Aybar, pula berkeras tidak terdapat perpindahan mengarah deisme.

” Deisme menyangkal nilai- nilai Islam. Mengerti itu menyangkal Quran serta menyangkal nabi- nabi. Mengerti itu pula menyangkal kayangan serta neraka, malaikat, serta reinkarnasi. Itu seluruh merupakan pilar- pilar Islam. Deisme cuma menyambut kehadiran Tuhan,” tutur Aybar.

Bagi filosfi deisme, Tuhan menghasilkan alam sarwa serta seluruh insan di dalamnya, tetapi tidak memberi ciptaannya serta tidak mempraktikkan ketentuan ataupun prinsip.

” Aku dapat membenarkan pada Kamu tidak terdapat tendensi mengarah deisme di antara kalangan belia konvensional kita,” tegasnya.

Baca juga : Sistem Agama Tradisional Afrika sebagai Dasar Pemahaman Perang Spiritual Kristen

3. Pengakuan Omer, pengangguran

Aku sempat jadi karyawan negara. Sehabis usaha kudeta pada 2016, aku dihentikan. Aku tadinya anak muda yang relijius, konvensional, yang amat mensupport partai berdaulat dan kebijaksanaannya.

Dikala aku dihentikan, aku mulai mempersoalkan Tuhan, aku jadi teralienasi. Aku tidak mengatakan diri aku selaku pengikut deisme. Aku berambisi bisa membuat kembali ikatan aku dengan Islam, tetapi tidak ketahui apakah itu bisa jadi ataupun tidak.

Federasi ateisme Turki memperhitungkan pemikiran Aybar salah. Bagi federasi itu, ateisme lagi gaya serta apalagi pemimpin yang kafir juga terdapat.

” Di mari terdapat kegiatan tv yang berdebat apa yang sepatutnya dicoba kepada kafir. Sebagian beranggapan mereka wajib dibunuh, wajib dicincang kecil- kecil,” tutur ahli ucapan federasi kafir, Saner Atik.

” Butuh kegagahan yang besar buat mengatakan Kamu merupakan seseorang kafir dengan situasi semacam itu. Sementara itu, terdapat beberapa wanita mengenakan niqab yang dengan cara bisik- bisik berterus terang kalau mereka kafir, tetapi tidak dapat melepas niqab sebab khawatir dengan keluarga serta area dekat,” imbuh Atik.

Aku berjumpa dengan Merve buat kedua kalinya di rumah. Ia menyongsong aku tanpa mengenakan kerudung. Ia menyudahi tidak memanfaatkannya dikala lagi terletak di rumah, meski terdapat pria di sekelilingnya.

” Dikala awal kalinya aku berjumpa dengan laki- laki tanpa mengenakan kerudung, aku merasa amat aneh. Tetapi, saat ini seluruh terasa alami. Inilah aku saat ini.”

BBC meningkatkan, seluruh julukan pengikut ateisme serta deisme yang diwawancarai dalam postingan ini telah diganti.

Kenapa Jumlah Kaum Ateis Semakin Bertambah di Timur Tengah Khususnya Di Turki
Blog Informasi

Kenapa Jumlah Kaum Ateis Semakin Bertambah di Timur Tengah Khususnya Di Turki

Kenapa Jumlah Kaum Ateis Semakin Bertambah di Timur Tengah Khususnya Di Turki – “ Terdapat pemaksaan buat hal berkeyakinan di Turki,” tutur Ahmet Balyemez.“ Banyak orang menanya pada diri mereka:‘ Apakah ini Islam yang sesungguhnya?’” Ahmet, 36 tahun, seseorang akademikus pc, berkembang dalam keluarga orang islam yang amat religius. Deutsche Welle memberi tahu Ahmet teratur doa serta puasa. Hendak namun, timbul persoalan dalam dirinya yang menuntunnya pergi dari Islam serta jadi Ateis sepanjang lebih dari 10 tahun.

Kenapa Jumlah Kaum Ateis Semakin Bertambah di Timur Tengah Khususnya Di Turki

Kenapa Jumlah Kaum Ateis Semakin Bertambah di Timur Tengah Khususnya Di Turki

outcampaign – Perihal seragam pula dirasakan Merve, seseorang guru SD. BBC melaporkan kalau tadinya, Merve berterus terang selaku orang islam radikal. Saking radikalnya, Merve tidak ingin berjabat tangan dengan laki- laki.“ Tetapi, saat ini saya tidak ketahui apakah Tuhan itu terdapat ataupun tidak, serta saya betul- betul tidak hirau,” tegasnya.

Baca juga : Di Negara Religius Indonesia Ada Sekelompok Orang mengaku Sebagai Atheis

Jadi Perlengkapan Politik

5 tahun dahulu, Diyanet, Direktorat Hal Keimanan Turki, melaporkan kalau lebih dari 90 persen populasi di negeri itu merupakan orang islam. Hendak namun, hasil survey dari badan studi sosial- politik Konda, yang diluncurkan sebagian bulan kemudian, mengatakan kebalikannya: warga Turki terus menjadi banyak yang jadi Ateis. Jumlahnya bertambah 3 kali bekuk dalam 10 tahun terakhir. Dengan cara biasa, Turki ialah negeri yang mempraktikkan rancangan sekularisme dalam kehidupan bernegara. Maksudnya, terdapat garis pemisah yang nyata antara hal politik serta agama.

Rancangan sekularisme Turki sendiri, mengambil artikel Tayfun Kasapoglu Vytautas bertajuk“ Religion and Politics in Contemporary Turkey: Attitudes of Atheists”( 2017, PDF), dicetuskan awal kali oleh Mustafa Kemal Atatürk, penggagas Republik Turki. Melalui pembelahan itu, Atatürk akan menghasilkan sistem rezim modern yang bebas dari campur tangan agama. Beliau yakin kalau masalah agama merupakan hal tiap- tiap individu—negara tidak berkuasa menata.

Dalam kurun durasi 5 tahun( 1924- 1929), Atatürk mengawali misinya mengenalkan sekularisme. Langkah- langkah yang beliau ambil antara lain menghilangkan sistem kekhalifahan, meniadakan Departemen Hukum Islam, memutuskan Minggu selaku hari prei ternyata Jumat, menaruh sekolah keimanan di dasar wewenang Departemen Pembelajaran, melenyapkan statment“ Islam selaku agama negeri” dari konstitusi, sampai meresmikan aksara latin buat mengambil alih Arab.

Gebrakan Atatürk menciptakan pergantian besar. Turki tidak lagi berdasarkan Islam. Tetapi, semenjak itu pula sekularisme( senantiasa) jadi rancangan yang direbutkan sekalian membuka jalur untuk banyak bentrokan yang memberi warna lanskap politik Turki. Terdapat perpindahan yang lumayan penting pada dini 2000- an, kala Recep Tayyip Erdoğan serta gerbong politiknya, Partai Kesamarataan serta Pembangunan( AKP) yang beraliran konvensional, berdaulat.

Semenjak berprofesi selaku kesatu menteri pada 2002—hingga saat ini bersandar di bangku presiden—Erdoğan melaksanakan islamisasi megah. Dalam“ Beyond the Straight Path: Obstacles and Progress for Atheism in Turkey”( 2015, PDF), Maria Inês Teixeira menulis tahap Erdoğan diawali dengan melaksanakan rezim yang berdasarkan prinsip- prinsip Islam. Implementasinya bisa diamati dari kebijaksanaan pantangan menjual alkohol sampai seks di luar berjodoh.

Erdogan mengklaim mau membuat angkatan orang islam Turki yang alim. Lambat- laun tahap Erdoğan mengganti metode penglihatan warga Turki. Telaah opini yang diambil dari riset Kasapoglu mengatakan dekat 79 persen orang Turki yakin agama senantiasa betul serta bisa digunakan buat menuntaskan seluruh kasus. Pada dikala berbarengan, pemaksaan anutan Islam malah menghasilkan resistensi dari warga yang lain.

Untuk bagian warga ini, Erdoğan semata- mata memakai Islam selaku perlengkapan politik buat mencari sokongan supaya senantiasa dapat berdaulat. Mereka kritis kepada penguasa serta menyangkal( politisasi) agama dengan metode jadi Ateis. Mereka tidak mau Islam ditafsirkan dengan cara tunggal oleh penguasa.

Baca juga : Agama dan Politik Hitam

Akibat Arab Spring

Tidak hanya di Turki, panorama alam serupa warnanya pula timbul di area Timur Tengah. Di Mesir, bersumber pada telaah opini Universitas Al- Azhar Kairo( 2014), sebesar 10, 7 juta orang—dari jumlah masyarakat 87 juta—mengaku Ateis. Di Arab Saudi, mengambil hasil studi WIN- Gallup International( PDF), dekat 19 persen dari warga berterus terang tidak ikut serta dalam aplikasi keimanan serta 5 persen yang lain Ateis.

Ketenaran ateisme merembet pula hingga bumi maya. Di tiap- tiap negeri ada beraneka ragam halaman Facebook dengan ribuan like serta pengikut. Di Irak, misalnya, lahir halaman Facebook berjudul“ Agnostik serta Ateis Irak” yang memiliki 17 ribu pengikut serta 13 ribu ciri likes. Terdapat 2 aspek yang menimbulkan timbulnya gelombang Ateis di jazirah Arab, begitu jelas Tamer Fouad dalam postingan“ The Arab Spring and the Coming Crisis of Faith”( 2012).

Awal, masifnya informasi hal pembantaian, pemerkosaan, sampai pembakaran rumah ibadah yang terjalin di banyak negeri Timur Tengah. Situasi ini membuat warga bimbang serta merasa tersesat dengan agama yang mereka dekap. Kedua, kekalahan kepemimpinan partai- partai Islam pasca- Musim Semi Arab( Arab Spring). Ini nampak nyata, misalnya, di Mesir. Berakhir massa- rakyat yang memenuhi Tahrir Square sukses menjatuhkan kediktatoran Hosni Mubarak, impian buat rezim yang jauh lebih bagus mendadak melambung besar. Tetapi, ekspektasi warga Mesir kandas terkabul.

Partai Independensi serta Keadilan—yang pula jadi tunggangan politik Ikhwanul Muslimin—ternyata tidak dapat diharapkan. Ketidakmampuan buat menanggulangi darurat ekonomi, tingkatan pengangguran yang besar, jasa khalayak yang kurang baik, serta perampasan kewenangan dengan tentara bertambah membuat warga muak. Kenyataan memalukan itu lalu menggiring khalayak pada ketetapan buat tidak lagi membagikan suara mereka pada Partai Kesamarataan serta Independensi( 45 persen)—yang disusul kemauan buat hidup tanpa merangkul agama.

Robert Putnam serta David Campbell, akademikus politik dari Universitas Harvard serta Notre Dame sekalian pengarang American Grace: How Religion Divides and Unites Us( 2010), menerangkan kalau ateisme merebak kala agama terus menjadi susah dipisahkan dari politik. Kejadian sejenis ini, jelas Putnam serta Campbell, lebih dahulu timbul di AS pada 1990- an ketika banyak anak belia menyudahi buat jadi Ateis sehabis melihat politisasi agama serta kasus seks yang melanda Gereja Kristen.

Bahaya kepada Ateis Di Turki serta Timur Tengah, ateisme ditatap selaku produk dari teokrasi Kristen. Jadi seseorang Ateis serupa saja melanggar prinsip- prinsip agama serta sebab itu wajib dihukum supaya kapok dan” kembali ke jalur yang betul.” Tidak tanggung- tanggung, masing- masing negeri memiliki instrumen sah buat memidana para Ateis. Di Turki, mereka yang berterus terang Ateis hendak dijerat dengan dakwaan“ menghasut dendam” yang termaktub dalam Artikel 216 KUHP. Hukumannya dapat 6 bulan ataupun satu tahun bui.

Arab Saudi serta Kuwait justru berani memidana lebih keras. Kedua negeri ini bisa menjatuhkan ganjaran mati pada Ateis. Pada 2015, misalnya, seseorang laki- laki asal Hafar al- Batin bernama Ahmad Angkatan laut(AL) Shamri didiagnosa mati dengan dakwaan Ateis( pergi dari Islam) sesudah unggah konten berisikan statment perilakunya mengenai Islam di alat sosial. Begitu pula di Irak. Biarpun tidak terdapat pantangan kepada ateisme, mengambil informasi NBC News, Ateis senantiasa saja ditatap menghina Islam oleh organisasi- organisasi Syiah Iran yang berdaulat di pos- pos vital rezim semenjak Saddam Hussein rebah pada 2003.

Konsekuensinya nyata: banyak orang Ateis sering jadi sasaran kekerasan. Retorika dendam yang digelorakan para politikus( serta malim), semacam yang terjalin di Turki ketika Erdogan mendakwa Ateis berkomplot dengan teroris buat“ menggelindingkan pemerintahannya” jadi pembenaran golongan muslim—sebagai mayoritas—untuk melancarkan aksi- aksi perisakan yang apalagi diteruskan hingga bahaya kematian.

“ Terkadang mereka mengirim gambar sebagian badan Al- Qaeda memotong kepala orang serta memasukkannya ke ember,” nyata Onur Romano, salah satu penggagas Federasi Ateisme Turki, pada VoA News.“ Mereka semacam berikan ketahui kita, Kepalamu hendak selesai di salah satu ember itu serta seperti itu nasibmu sepulang dari kantor.” Banyaknya bahaya serta putusan ganjaran yang terdapat di depan mata membuat Ateis, bagus di Turki ataupun Timur Tengah, wajib merahasiakan keyakinannya. Ikatan antara agama serta politik memanglah tetap berjalan dengan akrab.

Keduanya silih mempengaruhi. Agama digunakan politikus selaku alat transportasi mengarah singgasana, sebaliknya politik dipakai agama buat menerangkan hegemoni. Walhasil, banyak orang dari golongan minoritas semacam Ateis inilah yang kena getahnya. Mereka jadi korban atas kebijaksanaan politik- agama yang terbuat bersumber pada kebutuhan pihak- pihak khusus.“ Kita tidak menghina agama, pula tidak menghina nilai- nilai[yang dipegang] banyak orang.

Yang coba kita jalani merupakan berikan ketahui pada warga apa itu ateisme. Sebab, sepanjang ini, banyak orang cuma berasumsi kalau Ateis merupakan mereka yang senang bergembira ria pora masing- masing malam, memperkosa sebaiknya fauna, serta tidak memiliki etika,” jelas Romano.“ Untuk mereka, pada faktanya, agama disalahartikan selaku etika.”

Di Negara Religius Indonesia Ada Sekelompok Orang mengaku Sebagai Atheis
Blog Forum Informasi

Di Negara Religius Indonesia Ada Sekelompok Orang mengaku Sebagai Atheis

Di Negara Religius Indonesia Ada Sekelompok Orang mengaku Sebagai Atheis – Semenjak tahun 2019, bertepatan pada 23 Maret diperingati selaku Hari atheis Sejagat. Apakah jadi atheis kelihatannya dapat jadi opsi hidup yang diklaim dengan cara terbuka di Indonesia?

Di Negara Religius Indonesia Ada Sekelompok Orang mengaku Sebagai Atheis

Di Negara Religius Indonesia Ada Sekelompok Orang mengaku Sebagai Atheis

outcampaign – Di Indonesia jadi atheis kelihatannya belum dapat jadi opsi hidup yang diklaim dengan cara terbuka sebab warga yang amat agamis. Terlebih bila RUU KUHP yang mempidanakan agnostik serta ateisme diberlakukan. Sementara itu memilah buat tidak berkeyakinan sejatinya merupakan hak asas orang.

Baca juga : 10 Kenyataan Kafir serta Ateisme di Amerika Serikat

Berkeyakinan sebab peninggalan keluarga merupakan ideal orang Indonesia yang diketahui selaku warga yang amat religius. Semua kehidupan selaku seseorang masyarakat negeri di Indonesia tidak jauh dari hal agama. Ritual agama melingkupi kehidupan warga di Indonesia mulai dari bangun bangun tidur sampai memejamkan ingin tidur lagi. Apalagi roman jadul Atheis buatan Achdiat Karta Mihardja yang ditaksir selaku salah satu buatan kesusastraan berarti serta penulisnya menemukan Hadiah Tahunan Penguasa Republik Indonesia tahun 1969 di akhir cerita mengangkut penyanggahan kekecewaan seseorang atheis yang meninggalkan agama.

Bersamaan dengan kian luasnya pengetahuan seorang, merangkul agama bukan berarti menyambut apa terdapatnya ataupun yakin sedemikian itu saja. Insiden khusus, pengalaman hidup ataupun pertanyaan- pertanyaan tanpa balasan dapat jadi faktor bangkitnya pemahaman yang mempersoalkan keberadaan Tuhan. Sangat tidak, seperti itu yang terjalin pada Stefen Jhon.” Tahun 1999 kala Ambon diterpa bentrokan mendatar yang berkelanjutan, aku mulai mempersoalkan mengenai Tuhan. Kala itu aku sedemikian itu intens berharap Novena supaya desa serta rumah aku dijauhi pengacau hingga kesimpulannya diserbu oleh pihak rival. Kita terserang mundur, di situlah aku berasumsi, apa Tuhan memiliki arti lain? Apa manfaatnya kita bertarung membela agama? Selemah inikah Tuhan yang aku khidmat? Aku jadi skeptis, amat skeptis. Aku mulai mencari kesusastraan serta aku ketahui seluruh mengenai Tuhan serta gereja tetapi aku menewaskan satu persatu keagamaan aku kepada Tuhan.” Sehabis pergumulan hati sepanjang 6 tahun, tahun 2005 Stefen Jhon memilah jadi atheis. Ketegangan tidak bisa dijauhi di rumah sebab beliau menyangkal ke gereja. Tetapi beliau tidak mengarahkan kanak- kanak buat jadi atheis semacam dirinya. Malah beliau suka memandang keluarganya nampak senang melaksanakan ritual agama.

Terdapat Media Komunitas Ateis

Di Indonesia, Stefen Jhon tidak sendiri. Mereka yang menggugat keagamaan berasosiasi dalam komunitas- komunitas free- thinker, agnostik( tidak menyakini agama) serta atheis( tidak menyakini Tuhan) yang terletak di alat sosial ataupun grup- grup WhatsApp. Di bumi maya terdapat saja orang yang mulai mempersoalkan bukti agama serta keyakinan yang mereka memeluk. Kian banyak yang kritis pada rancangan mengenai Tuhan serta merasa agama tidak membagikan data yang mencukupi buat diperoleh dengan cara intelektual. Karl Karnadi, penggagas serta mediator komunitas atheis di Indonesia dengan julukan Indonesian Atheists semenjak tahun 2008 kala ditanya informasi atheis terakhir berterus terang terdapat 1500- an badan.” Tujuan penting bukan buat mengakulasi atheis di Indonesia namun membagikan tempat yang nyaman serta aman untuk atheis serta kalangan minoritas di Indonesia yang didiskriminasi serta tidak sering dapat terbuka di area jelas. Sebab itu yang diperoleh jadi badan Indonesian Atheists merupakan mereka yang bermaksud serupa. Tidak hanya komunitas Indonesian Atheists, terdapat pula tim Facebook dengan julukan” Kamu Menanya atheis Menanggapi” dengan jumlah badan 60 ribu orang yang menampung beraneka ragam persoalan sekeliling atheis serta jadi media buat memahami para atheis yang serupa semacam orang lazim semacam masyarakat negeri Indonesia yang lain.

Jadi atheis Tidak Dapat Dihukum

Namun dapat dikatakan mereka yang betul- betul atheis serta pergi dari agama seluruhnya dan berani membenarkan di bumi jelas, terbuka di depan keluarga, kawan kegiatan serta pergaulan sosial belum banyak. Beberapa atheis yang aku kontak buat mencari ketahui pembuktian merekaterkait agama serta Tuhan sungkan membagikan gambar serta menyangkal pengumuman. Alibi yang diserahkan beragam,” Orangtua aku serta kanak- kanak aku dapat dikritik”,” Aku memiliki profesi” ataupun alibi politis semacam” Aku belum pas selaku pelapor” serta” Ini ranah individu”. Sebagian orang berterus terang sedang melaksanakan ritual agama selaku aktivitas sosial bukan kebatinan sebab memanglah tidak lagi yakin terdapatnya Tuhan.

Kesungkanan para atheis di Indonesia menguak bukti diri diri mereka, amat aku maklumi sebab dipengaruhi situasi di Indonesia yang sering penuh emosi ataupun bahasa aduk era saat ini baper( membawa perasaan) dalam hal agama serta memandang tidak berkeyakinan selaku wujud penodaan agama alhasil menepikan independensi berdialog serta beranggapan yang sejatinya ialah hak tiap orang.

Pengalaman kurang baik sempat dirasakan Alexander Aan seseorang karyawan negara awam di Sumatera Barat pada tahun 2012 yang dipenjara 2, 5 tahun sebab menulis status” Tuhan itu tidak terdapat” di Facebook pribadinya. Ateis- nya tidak dihukum namun sebab mengedarkan opini di alat elektronik hingga Alexander Aan dijerat artikel penodaan agama dalam Hukum Data serta Bisnis Elektronik( UU ITE). atheis dikira menodai agama ternyata jadi suatu opsi leluasa seluruh orang, hak asas orang yang umum serta legal tercantum buat masyarakat negeri Indonesia. Sementara itu Pimpinan Dewan Konstitusi Mahfud MD pada tahun 2012 melaporkan tidak terdapat yang dapat memidana orang atheis ataupun komunis bila mereka membenarkan apa yang dianutnya dengan cara individu.

Mencegah Opsi Hidup Individu

Dalam ketentuan hukum di Indonesia tidak terdapat yang khusus mencegah seorang jadi atheis namun sebab dalam Pancasila selaku dasar negeri dilansir” Ketuhanan yang Maha Satu” selaku sila awal hingga diasumsikan seluruh masyarakat negeri Indonesia hendak memilah salah satu agama yang diakui di Indonesia. Bila sila awal jadi referensi seorang berkeyakinan, idealnya referensi sila kedua” Manusiawi yang Seimbang serta Beradat” jadi dasar menganggap orang lain tercantum para atheis ialah dengan cara seimbang serta beradat. Tidak hanya mempraktikkan sila awal Pancasila selaku standar berkeyakinan di Indonesia, bermacam ketentuan administrasi kependudukan tidak jauh- jauh dari bukti diri agama.

Peranan mencatatkan perkawinan yang dicoba bersumber pada hukum sesuatu agama merujuk pada Hukum Perkawinan Nomor. 1 Tahun 1974 alhasil seseorang atheis wajib memilah salah satu agama buat menikah dengan orang Indonesia ataupun meresmikan pernikahannya di Indonesia. Ketentuan administrasi kependudukan semacam Kartu Ciri Masyarakat( e- KTP) serta Kartu Keluarga sedang meresmikan pengisian kolom agama.

Semenjak tahun 2016 buat pengikut keyakinan di luar 6 agama yang diakui penguasa pada kolom agama bisa ditulis” Penghayat Keyakinan” ataupun dikosongkan. Opsi untuk penganut keyakinan lokal ini logikanya dapat jadi opsi untuk para atheis di Indonesia untuk mendalami peranan memilah salah satu agama ialah dengan metode meluangkan kolom agama. Tetapi alternatif ini tidak banyak diseleksi para atheis untuk menjauhi kekacauan metode administrasi kependudukan yang akibatnya menyimpang hal pembelajaran serta profesi walaupun dengan cara hukum Dewan Konstitusi menyakini tutur” agama” dalam Artikel 61 serta 64 Hukum No 23 Tahun 2006 mengenai Administrasi Kependudukan tidak mempunyai determinasi hukum mengikat dengan cara bersyarat.

Baca juga : Mengapa Agama Memfasilitasi Perang?

Walaupun tidak dilarang jadi atheis di Indonesia tetapi seseorang atheis dilarang mengedarkan anutan atheis di Indonesia. Sepanjang ini tidak terdapat yang mengedarkan ateisme serta agnostik lewat badan dengan cara sah. Keresahan terbanyak aku merupakan lenyapnya independensi berbicara para atheis serta agnostik bila Konsep Hukum KUHP yang muat artikel perbuatan kejahatan kepada agama diresmikan selaku hukum karena orang yang mengajak tidak menganut agama( agnostik) dapat dipidana dengan kejahatan bui.

Idealnya KUHP mencegah pengakuan dengan cara terbuka seseorang atheis serta agnostik serta tidak membuat seorang dipenjara sebab tidak membenarkan terdapatnya Tuhan serta/ ataupun tidak berkeyakinan sebab seperti itu opsi hidup seorang yang ialah hak asas orang yang dipunyai tiap orang. Apalagi Keterangan Umum Hak Asas Orang artikel 18 melaporkan tiap orang berkuasa bertukar agama ataupun keyakinan. Aku memperhitungkan artikel itu melingkupi mencegah mereka yang bertukar agama jadi tidak berkeyakinan.

10 Kenyataan Kafir serta Ateisme di Amerika Serikat
Blog Informasi

10 Kenyataan Kafir serta Ateisme di Amerika Serikat

10 Kenyataan Kafir serta Ateisme di Amerika Serikat – Mengukur ateisme seorang ialah satu perihal yang kompleks. Sebagian orang yang melukiskan diri mereka selaku kafir pula berkata kalau mereka yakin pada sejenis daya ataupun daya kebatinan yang lebih besar.

10 Kenyataan Kafir serta Ateisme di Amerika Serikat

10 Kenyataan Kafir serta Ateisme di Amerika Serikat

outcampaign – Pada dikala yang serupa sebagian orang yang mengidentifikasikan diri dengan sesuatu agama( misalnya, berkata kalau mereka Kristen ataupun Ibrani) berkata kalau mereka tidak yakin pada Tuhan. Pew Research Center menciptakan 10 kenyataan terpaut kafir di Amerika Sindikat selaku selanjutnya:

Baca juga : 5 Orang Atheis Yang Sangat Mempengaruhi Dunia

1. Awal, kafir di Amerika Sindikat bertambah 10 tahun terakhir. Pew Research Center melaksanakan survey lewat telepon pada 2018 serta 2019 serta hasilnya ada 4 persen orang berusia di Amerika. Nilai ini bertambah 2 kali bekuk dibanding 10 tahun kemudian yang cuma 2 persen.

Tidak cuma kafir, orang Amerika Sindikat yang berterus terang Agnostisisme( sesuatu pemikiran kalau terdapat ataupun tidaknya Tuhan ataupun keadaan supernatural merupakan sesuatu yang tidak dikenal ataupun tidak bisa dikenal) bertambah. Dikala ini, berjumlah 5 persen dari 10 tahun kemudian yang cuma 3 persen.

2. Kedua, tidak yakin pada kehadiran tuhan ataupun dewa apa juga. Bagi Merriam- Webster, orang kafir merupakan mereka yang tidak yakin pada kehadiran tuhan ataupun dewa apa juga. Sebesar 81 persen kafir di Amerika Sindikat beriktikad perihal itu.

Mereka tidak yakin pada Tuhan ataupun daya yang lebih besar ataupun daya kebatinan dalam wujud apa juga. Sebaliknya, 18 persen yang lain sedang yakin sebagian tipe daya yang lebih besar. Tetapi, tidak satu juga dari kafir yang disurvei berkata mereka yakin pada Tuhan semacam yang dipaparkan dalam Alkitab.

3. Ketiga, orang kafir lebih banyak ada di Eropa dibandingkan Amerika Sindikat. Di Eropa Barat, di mana Pew Research Center memperkirakan 15 negeri pada 2017, nyaris satu dari 5 orang Belgia( 19 persen) mengenali diri selaku kafir, semacam perihalnya pula 16 persen di Denmark, 15 persen di Prancis, serta 14 persen di Belanda serta Swedia.

Negeri dengan masyarakat kafir terbanyak ada di Republik Ceko, di mana seperempat orang berusia mengidentifikasikan dirinya kafir sebaliknya di negeri orang sebelah Slovakia, 15 persen kafir.

Kafir di Eropa Tengah serta Timur yang lain lebih sedikit walaupun dengan cara historis terbawa- bawa dengan Uni Soviet yang dengan cara sah kafir. Semacam orang Amerika Sindikat, orang Eropa di banyak negeri lebih mengarah berkata mereka tidak yakin pada Tuhan dari mengenali selaku kafir, tercantum 2 pertiga orang Ceko serta paling tidak separuh dari Swedia( 60 persen), Belgia( 54 persen), serta Belanda

( 53 persen) yang berkata kalau mereka tidak yakin pada Tuhan. Di area lain yang disurvei, semacam Amerika Latin serta Afrika sub- Sahara, kafir biasanya jauh lebih tidak sering.

4.Keempat, mayoritas kafir merupakan anak muda. Bagi riset lanskap keimanan 2014, dekat 7 dari 10 kafir Amerika Sindikat merupakan pria( 68 persen). Umur pada umumnya kafir merupakan 34. Kafir pula lebih mengarah berkulit putih( 78 persen) serta berakal besar. Dekat 4 dari 10 kafir( 43 persen) mempunyai titel ahli. Kafir yang mengenali dirinya sendiri pula mengarah berkawan dengan Partai Demokrat serta dengan politik bebas.

5.Kelima, untuk kafir, agama tidak berarti. Beberapa besar kafir Amerika Sindikat berkata, agama tidak sangat ataupun serupa sekali tidak berarti dalam hidup mereka( 93 persen) serta kalau mereka tidak sering ataupun tidak sempat berharap( 97 persen).

Dekat sepertiga dari kafir Amerika berkata kalau mereka mempertimbangkan maksud serta tujuan hidup paling tidak tiap minggu( 35 persen) serta kalau mereka kerap merasakan ketenangan serta keselamatan kebatinan yang mendalam( 31 persen).

Kenyataannya, riset lanskap religius membuktikan kalau kafir lebih bisa jadi dari orang Kristen Amerika Sindikat buat berkata kalau mereka kerap merasa bingung mengenai alam sarwa.

6.Keenam, untuk kafir, keluarga sangat berarti dalam hidup. Semacam mayoritas orang Amerika Sindikat, mayoritas kafir mengatakan keluarga selaku arti kehidupan. Tidak hanya itu, kegemaran ataupun aktivitas yang mereka gemari pula lebih berarti.

Mereka yang Kafir pula lebih memprioritaskan finansial serta harta, daya cipta, darmawisata, serta aktivitas tamasya. Tidak membingungkan, amat sedikit kafir Amerika Sindikat yang berkata kalau mereka menciptakan arti hidup dalam spiritualitas.

7.Ketujuh, kafir mempunyai pemikiran minus kepada agama. Dalam banyak permasalahan, jadi seseorang kafir tidak cuma mengenai menyangkal merek serta keyakinan agama dengan cara individu. Mereka pula mengatakan pemikiran minus kala ditanya mengenai kedudukan agama dalam warga.

Misalnya, 7 dari 10 kafir Amerika Sindikat berkata akibat agama menyusut dalam kehidupan khalayak Amerika Sindikat serta ini merupakan perihal yang bagus bagi survey 2019. Kurang dari satu dari 5 orang berusia Amerika Sindikat dengan cara totalitas memberi pemikiran ini.

Baca juga : Agama-Agama yang Diakui oleh Dunia

Kebanyakan kafir pula berkata, gereja serta badan keimanan lain lebih banyak mudarat dari kebaikan di warga serta bagian yang lebih besar berkata badan agama mempunyai akibat yang sangat besar dalam politik Amerika Sindikat.

8.Kedelapan, kafir tidak yakin, tetapi lumayan ketahui mengenai agama. Dalam survey wawasan agama 2019 Pew Research Center, kafir tercantum di antara golongan dengan kemampuan terbaik, menanggapi pada umumnya dekat 18 dari 32 persoalan bersumber pada kenyataan dengan betul, sedangkan orang berusia Amerika Sindikat dengan cara totalitas memperoleh pada umumnya dekat 14 persoalan dengan betul.

Kafir paling tidak serupa berpengetahuannya mengenai pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan Kristen kurang lebih 8 dari 10 di kedua golongan, misalnya, ketahui kalau Paskah memeringati kebangkitan Yesus serta mereka pula 2 kali lebih bisa jadi dari orang Amerika Sindikat dengan cara totalitas buat mengenali kalau konstitusi Amerika Sindikat berkata tidak terdapat tes agama yang dibutuhkan buat menggenggam kedudukan khalayak.

9.Kesembilan, kafir percaya mempunyai akhlak bagus tidak butuh berkeyakinan. Beberapa besar orang Amerika Sindikat berkata, tidak butuh yakin pada tuhan buat beradab, sedangkan yang lain berkata yakin pada tuhan dibutuhkan buat mempunyai nilai- nilai yang bagus, bagi survey 2017.

Di negeri maju yang lain, kafir mengarah berkata kalau keyakinan pada Tuhan amat berarti buat akhlak yang bagus, tercantum 15 persen kafir di Prancis. Namun, di banyak bagian bumi lain, nyaris seluruh orang berkata kalau seorang wajib yakin pada tuhan buat beradab, tercantum di Indonesia, Ghana, serta Pakistan, bagi survey global Pew Research Center 2013.

10.Kesepuluh, tindakan orang Amerika Sindikat pada kafir tidak sehangat dengan orang berkeyakinan. Survey Pew Research Center 2019 memohon orang Amerika Sindikat buat memperhitungkan golongan buat mengukut perasaan dari 0( sedingin serta minus bisa jadi) sampai 100( tingkatan terhangat, sangat positif). Orang berusia Amerika Sindikat berikan kafir tingkatan pada umumnya 49, sama dengan tingkatan yang mereka bagikan pada Orang islam( 49) serta lebih dingin dari pada umumnya yang diserahkan pada orang Ibrani( 63), Kristen( 60), serta Kristen evangelis( 56).

5 Orang Atheis Yang Sangat Mempengaruhi Dunia
Blog Informasi

5 Orang Atheis Yang Sangat Mempengaruhi Dunia

5 Orang Atheis Yang Sangat Mempengaruhi Dunia – Dengan cara simpel, Atheis merupakan orang yang tidak menyakini terdapatnya Tuhan ataupun Dewa. Mereka hidup bersumber pada suatu akal sehat ataupun cuma menyakini suatu yang amat objektif. Akhirnya, mereka jadi banyak berkutat dengan keadaan beraroma objektif sampai dengan cara tidak siuman, apa yang mereka jalani sudah bawa pergantian besar pada bumi.

5 Orang Atheis Yang Sangat Mempengaruhi Dunia

 

outcampaign – Di dasar ini, terdapat 5 orang Atheis yang dengan kemampuannya sanggup mengganti bumi jadi lebih bagus. Terbebas dari kenyataan bila mereka tidak mempunyai agama, para orang Atheis ini tampaknya sanggup bertahan serta senantiasa berkreasi buat perkembangan peradaban pemeluk orang.

Baca juga : Lebih Mengenal Ateisme berserta sejarahnya

Stephen Hawking
cnnindonesia.com

1. Stephen Hawking

Stephen Hawking merupakan seseorang akademikus hebat dalam aspek Fisika. Beliau merupakan pengikut mengerti ateisme walaupun tidak sempat mengajak orang berasosiasi dengan pahamnya itu. Beliau senantiasa fokus dengan riset walaupun dengan cara raga beliau banyak sekali mempunyai kekurangan.

Stephen Hawking diketahui bumi hendak teorinya mengenai black hole. Tidak hanya itu beliau pula menulis suatu novel bertajuk A Brief History of Time. Hebatnya novel ini sudah terjual sampai jutaan copy serta jadi novel sangat laris serta bertahan sepanjang 237 minggu selaku novel best seller di Sunday Times.

Hawking melaporkan kalau beliau” tidak setaat banyak orang pada biasanya” serta beliau yakin kalau” alam sarwa diatur oleh hukum ilmu wawasan”. Hawking berkata: Terdapat perbandingan pokok antara agama yang didasarkan pada perintah serta ilmu yang didasarkan pada observasi serta akal. Ilmu hendak berhasil sebab senantiasa teruji.

” Hukum- hukum[sains] ini dapat jadi diresmikan oleh Tuhan, namun Tuhan tidak aduk tangan buat melanggarnya,” tutur Hawking. Dalam tanya jawab di The Guardian, Hawking memandang rancangan kayangan selaku dongeng. Beliau percaya kalau” kayangan ataupun alam baka itu tidak terdapat” serta keadaan semacam itu” cumalah dongeng untuk banyak orang yang khawatir kemalaman”. Pada tahun 2011, kala menarasikan adegan awal seri tv Curiosity di Discovery Channel, Hawking berkata:

Kita leluasa yakin apapun, serta aku memandang kalau uraian sangat sederhananya merupakan Tuhan itu tidak terdapat. Tidak terdapat wujud yang menghasilkan alam sarwa serta tidak terdapat pula yang memastikan kodrat kita. Pemikiran ini membuat aku siuman hendak perihal lain. Bisa jadi kayangan itu tidak terdapat. Begitu perihalnya dengan alam baka. Kita cuma hidup sekali buat menikmati besarnya alam sarwa ini. Aku amat berlega hati atas nikmat itu.

Pada September 2014, beliau muncul di Starmus Pergelaran selaku juru bicara serta memublikasikan kalau dirinya merupakan seseorang Atheis. Dalam tanya jawab dengan El Mundo, beliau berpendapat:

Saat sebelum kita mengerti ilmu wawasan, alami saja kita yakin kalau Tuhan menghasilkan alam sarwa. Tetapi, ilmu saat ini mempunyai uraian yang lebih memastikan. Kala aku berkata kita hendak mengenali isi benak Tuhan, arti aku merupakan kita hendak ketahui seluruh perihal yang dikenal Tuhan, itu juga seandainya terdapat Tuhan, serta memanglah tidak terdapat. Aku seseorang Atheis.

Pada tahun 2006, Hawking mengajukan persoalan terbuka di Internet:” Di bumi yang hadapi kekalutan politik, sosial, serta area, gimana metode pemeluk orang bertahan hidup hingga 100 tahun selanjutnya?” Beliau setelah itu menjelaskan:” Aku tidak ketahui tanggapannya. Itu penyebabnya aku menanya biar warga mempertimbangkan perihal ini serta siuman hendak ancaman yang kita hadapi dikala ini.”

Hawking takut kalau kehidupan di Alam rawan oleh perang nuklir tiba- tiba, virus yang hadapi rekayasa genetik, pemanasan garis besar, serta bahaya lain yang belum kita tahu. Musibah bernilai planet tidak hendak memunahkan orang bila orang telah mendirikan koloni di sebagian planet lain terlebih dulu. Hawking memandang kalau penerbangan antariksa serta kolonisasi antariksa berarti untuk era depan orang.

Hawking melaporkan kalau sebab alam sarwa amat besar, alien bisa jadi terdapat, namun orang hendaknya menjauhi kontak dengan alien. Beliau mengingatkan kalau alien bisa jadi menghabiskan pangkal energi di Alam. Pada tahun 2010, beliau berkata,” bila alien bertamu ke mari, akibatnya kurang lebih semacam kala Columbus berlabuh di daratan Amerika yang justru mudarat masyarakat pribuminya.”

Hawking menegaskan kalau intelek ciptaan supercerdas amat berfungsi berarti dalam memastikan kodrat pemeluk orang. Beliau melaporkan,” kesempatan khasiatnya amat besar… Invensi intelek ciptaan hendak jadi insiden terutama dalam asal usul orang serta bisa jadi insiden terakhir, melainkan kita berlatih menjauhi resikonya.”

Hawking beranggapan kalau virus pc butuh dipikirkan selaku barang hidup terkini. Beliau berkata,” bisa jadi[virus komputer] ialah tanda- tanda watak orang. Salah satunya barang hidup yang kita mengadakan sepanjang ini bertabiat mengganggu. Kita menghasilkan kehidupan cocok watak kita sendiri.”

Ilmu vs. filsafat

Dalam Googles Zeitgeist Conference tahun 2011, Hawking berkata kalau” metafisika telah mati”. Beliau yakin kalau para filsuf” belum mampu mengejar kemajuan ilmu modern” serta para akademikus” jadi wujud terdahulu dalam berantai pencarian wawasan orang”. Beliau berkata kalau permasalahan metafisika bisa dijawab oleh ilmu, paling utama teori- teori objektif terkini yang” membagikan kita cerminan sarwa yang terkini serta berlainan dan tempat kita di dalam sarwa”.

Baca juga : Agama dan Pendidikan di Seluruh Dunia

2. Mark Zuckerberg

Kamu seluruh tentu ketahui siapa Mark Zuckerberg. Beliau merupakan pentolan jejaring sosial Facebook yang sudah bawa pergantian besar pada peradaban orang. Facebook beliau kembangkan kesimpulannya jadi tanah untuk banyak orang di bumi buat bersosialisasi sampai berbisnis dengan profit yang amat luar biasa.

Bila Facebook tidak sempat dilahirkan, hingga alat sosial tidak hendak seramai saat ini. Kemudahan- kemudahan tidak hendak diperoleh oleh orang. Mark Zuckerberg diketahui selaku Atheis tetapi tidak sempat mengedarkan pahamnya itu. Beliau malah banyak sekali melaksanakan aktivitas kebaikan dengan membuat cetak biru perkembangan internet di daerah- daerah terabaikan.

3. Alan Turing

Alan Turing merupakan seseorang yang menemukan julukan selaku pencipta ilmu pc. Beliau pula orang awal yang meningkatkan intelek ciptaan. Dikala perang bumi ke- II terjalin beliau jadi orang yang sukses menguak kode- kode yang dikirim oleh Jerman. Akhirnya konsep keji dari Jerman dikenal oleh Inggris sampai mereka dapat cermas.

Sehabis perang selesai, Alan Turing malah hadapi permasalahan besar dalam hidupnya. Beliau dijadikan terdakwa sebab dikira melaksanakan aktivitas homoseksual. Dalam sidang beliau wajib memilah antara dipenjara ataupun diterapi dengan obat kimia supaya jadi wajar. Sayangnya dampak titik berat besar dari penguasa, beliau memilah bunuh diri. Well, apa yang dicoba oleh Alan Turing sangat besar pada Inggris tetapi negara ini malah buatnya semacam orang tidak bermanfaat.

4. Rosalind Franklin

Rosalin Franklin merupakan seseorang Atheis yang bertugas selaku periset aspek Hayati. Beliau merupakan orang yang menciptakan terdapatnya double helix pada sel badan orang sampai kesimpulannya dikenal DNA. Sayangnya dikala beliau sedang hidup, penelitiannya ini tidak sempat dikira apalagi diucap cacat informasi.

Kesimpulannya Rosalind tewas bumi serta data- data serta riset yang beliau jalani sepanjang ini mulai dibesarkan. Tanpa Rosalin orang di bumi hendak sulit menekuni bentuk badannya. DNA merupakan berarti dalam badan orang. Dalam DNA seluruh data genetik ditaruh sampai esok hendak diturunkan pada anak ataupun apalagi cucu.

5. Neil deGrasse Tyson

Bila kamu kerap memandang acara- acara ilmu di Televisi kabel, bisa jadi julukan Neil deGrasse Tyson tidak asing lagi di kuping kamu. Beliau merupakan seseorang akademikus, serta pula komunikator yang amat profesional. Beliau senantiasa membuat ilmu terlihat lebih gampang dimengerti oleh orang yang tadinya tidak mengenali apa- apa. Dengan bahasanya yang simpel Neil sudah membuat banyak orang lebih menguasai ilmu dengan gampang.

Beliau bisa jadi tidak dengan cara langsung melaporkan diri selaku seseorang Atheis. Tetapi beliau tidak menyakini terdapatnya Tuhan Yang Satu. Yang beliau percayai merupakan ilmu wawasan serta suatu yang dapat dipaparkan dengan cara objektif dengan bagus. Neil merupakan seseorang yang hebat dalam bumi ilmu sebab membuat suatu yang awal mulanya susah jadi lebih menarik apalagi membuat seluruh orang yang melihatnya jadi amat penasaran.

Inilah 5 orang Atheis sangat mempengaruhi serta bawa pergantian besar pada hidup orang. Walaupun tidak berkeyakinan, mereka senantiasa berkreasi serta membagikan seluruh perihal terbaik pada pemeluk orang di bumi!

Lebih Mengenal Ateisme berserta sejarahnya
Blog Informasi

Lebih Mengenal Ateisme berserta sejarahnya

Lebih Mengenal Ateisme berserta sejarahnya – Ateisme merupakan suatu pemikiran filosofi yang tidak meyakini kehadiran Tuhan serta dewa- dewi atau antipati kepada teisme. Dalam penafsiran yang sangat besar, beliau merupakan kehabisan keyakinan pada kehadiran dewa ataupun Tuhan.

outcampaign – Sebutan ateisme berawal dari bahasa Yunani, yang dengan cara peyoratif dipakai buat merujuk pada siapapun yang kepercayaannya berlawanan dengan agama atau keyakinan yang telah mapan di lingkungannya. Dengan menyebarnya pandangan leluasa, skeptisisme objektif, serta kritik kepada agama, sebutan kafir mulai dispesifikasi buat merujuk pada mereka yang tidak yakin pada tuhan. Orang yang awal kali berterus terang selaku” kafir” timbul pada era ke- 18. Pada era saat ini, dekat 2, 3% populasi bumi berterus terang selaku kafir, apabila 11, 9% berterus terang selaku nonteis. Dekat 65% orang Jepang berterus terang selaku kafir, agnostik, atau orang yang tidak berkeyakinan; serta dekat 48%- nya di Rusia. Persentase komunitas itu di Uni Eropa berkisar antara 6%( Italia) hingga dengan 85%( Swedia).

Lebih Mengenal Ateisme berserta sejarahnya

Lebih Mengenal Ateisme berserta sejarahnya
Pantau.com

Banyak kafir berlagak skeptis pada kehadiran kejadian cenayang sebab minimnya fakta empiris. Yang lain membagikan alasan dengan dasar filosofis, sosial, ataupun asal usul.

Pada kultur Barat, kafir kerap kali diasumsikan selaku tidak berkeyakinan( ireligius). Sebagian gerakan Agama Buddha tidak sempat mengatakan sebutan Tuhan dalam bermacam seremoni ritual, namun dalam Agama Buddha rancangan ketuhanan yang diartikan mempergunakan sebutan Nibbana. Karenanya agama ini kerap diucap agama ateistik. Meski banyak dari yang mendeskripsikan dirinya selaku kafir mengarah pada filosofi sekuler semacam humanisme, rasionalisme, serta faktualisme, tidak terdapat pandangan hidup ataupun sikap khusus yang dijunjung oleh seluruh kafir.

Baca juga : Perjalanan Komunitas Atheist Yang Sama Dengan Perkembangan Judi Online

Pada era Yunani Kuno, tutur watak atheos(ἄθεος, berawal dari prefiksἀ-+θεός” tuhan”) berarti” tidak bertuhan”. Tutur ini mulai merujuk pada antipati tuhan yang disengajakan serta aktif pada era ke- 5 SM, dengan arti” menyudahi ikatan dengan tuhan atau dewa” ataupun” menyangkal tuhan atau dewa”. Alih bahasa modern pada teks- teks klasik terkadang menerjemahkan atheos selaku” ateistik”. Selaku nomina abstrak, ada pulaἀθεότης( atheotēs), yang berarti” ateisme”. Cicero mentransliterasi tutur Yunani itu ke dalam bahasa Latin atheos. Sebutan ini kerap dipakai pada perbincangan antara pemeluk Kristen dini dengan para pengikut agama Yunani Kuno( Helenis), yang mana tiap- tiap pihak mengatakan satu serupa yang lain selaku kafir dengan cara peyoratif.

Ateisme awal kali dipakai buat merujuk pada” keyakinan tertentu” pada akhir era ke- 18 di Eropa, kuncinya merujuk pada ketidakpercayaan pada Tuhan monoteis. Pada era ke- 20, kesejagatan meluaskan arti sebutan ini buat merujuk pada” ketidakpercayaan pada seluruh tuhan atau dewa”, meski merupakan sedang biasa buat merujuk ateisme selaku” ketidakpercayaan pada Tuhan( monoteis)”. Akhir- akhir ini, ada sesuatu dorongan di dalam golongan filosofi khusus buat mendeskripsikan balik ateisme selaku” kehabisan keyakinan pada dewa atau bidadari”, dari ateisme selaku keyakinan itu sendiri. Arti ini amat terkenal di antara komunitas kafir, meski penggunaannya sedang amat terbatas.

Para pengarang berbeda- beda dalam mendeskripsikan serta memilah ateisme, ialah apakah ateisme ialah sesuatu keyakinan tertentu ataukah cumalah kehabisan pada keyakinan, serta apakah ateisme membutuhkan antipati yang dengan cara siuman serta akurat dicoba. Bermacam jenis sudah diajukan buat berupaya melainkan tipe- tipe wujud ateisme.

Sebagian ketaksaan serta polemik yang ikut serta dalam pendefinisian ateisme terdapat pada sulitnya menggapai konsensus dalam mendeskripsikan perkata semacam dewa serta tuhan. Pluralitas dalam rancangan ketuhanan serta dewa menimbulkan perbandingan pandangan hendak aplikasi tutur ateisme. Dalam kondisi teisme didefinisikan selaku keyakinan pada Tuhan monoteis, banyak orang yang yakin pada dewa- dewi yang lain hendak diklasifikasikan selaku kafir. Kebalikannya pula, banyak orang Romawi kuno pula mendakwa pemeluk Kristen selaku kafir sebab tidak memuja dewa- dewi paganisme. Pada era ke- 20, pemikiran ini mulai dibiarkan bersamaan dengan dianggapnya teisme mencakup totalitas keyakinan pada dewa atau tuhan.

Tergantung pada apa yang para kafir dorong, antipati ateisme bisa berkisar dari antipati hendak kehadiran tuhan atau dewa hingga dengan kehadiran konsep- konsep kebatinan serta cenayang semacam yang terdapat pada agama Hindu serta Buddha.

Sugestif serta eksplisit

Arti ateisme pula bermacam- macam dalam perihalnya sepanjang mana seorang wajib mengutip posisi hal buah pikiran kehadiran tuhan buat dikira selaku kafir. Ateisme terkadang didefinisikan dengan cara besar buat mencakup kehabisan keyakinan hendak kehadiran tuhan atau dewa. Arti yang besar ini hendak memasukkan banyak orang yang tidak mempunyai rancangan teisme selaku kafir.

Pada tahun 1772, Baron dHolbach berkata kalau” Seluruh kanak- kanak dilahirkan selaku kafir, sebab mereka tidak ketahui hendak Tuhan.” George H. Smith( 1979) pula menyugestikan kalau:” Orang yang tidak tahu dengan teisme merupakan kafir sebab beliau tidak yakin pada tuhan. Jenis ini pula hendak memasukkan anak dengan kapasitas abstrak buat paham isu- isu yang ikut serta, namun sedang tidak siuman hendak isu- isu itu( selaku kafir). Kenyataan kalau anak ini tidak yakin pada tuhan buatnya layak diucap kafir.” Smith menghasilkan sebutan ateisme sugestif buat merujuk pada” kehabisan keyakinan teistik tanpa antipati yang dengan cara siuman dicoba” serta ateisme akurat buat merujuk pada arti ketidakpercayaan yang dicoba dengan cara siuman.

Dalam kultur Barat, pemikiran kalau kanak- kanak dilahirkan selaku kafir ialah pandangan yang terkini. Saat sebelum era ke- 18, kehadiran Tuhan diperoleh dengan cara amat besar sedemikiannya kehadiran ateisme yang betul- betul tidak yakin hendak Tuhan itu dipertanyakan keberadaannya. Perihal ini diucap theistic innatism( kepribadian lahir teistik), ialah sesuatu nosi kalau seluruh orang yakin pada Tuhan dari lahir. Pemikiran ini mempunyai konotasi kalau para kafir cumalah melawan diri sendiri. Ada pula suatu posisi yang mengklaim kalau kafir hendak dengan kilat yakin pada Tuhan pada dikala darurat, kalau kafir yakin pada tuhan pada dikala tewas bumi, atau kalau” tidak terdapat kafir dalam lubang proteksi perang( nomor atheists in foxholes).” Sebagian pendukung pemikiran ini mengklaim kalau profit antropologis agama membuat orang bisa menanggulangi kondisi sulit lebih bagus. Sebagian kafir menitikberatkan kenyataan kalau ada banyak ilustrasi yang meyakinkan kebalikannya, di antara lain contoh- contoh” kafir yang betul- betul terletak di lubang proteksi perang.”

Kokoh serta lemah

Para filsuf semacam Antony Flew, Michael Martin,

serta William L. Rowe melainkan antara ateisme kokoh( positif) dengan ateisme lemas( minus). Ateisme kokoh merupakan penerangan kalau tuhan tidak terdapat, sebaliknya ateisme lemas mencakup semua wujud anutan nonteisme yang lain. Bagi klasifikasi ini, siapapun yang bukan teis dapatlah kafir yang lemas atau kokoh. Sebutan lemas serta kokoh ini ialah sebutan terkini, namun sebutan yang sebanding semacam ateisme minus serta positif sudah dipakai dalam bermacam literatur- literatur filosofi serta apologetika Kristen( dalam arti yang sedikit berlainan). Memakai batas ateisme ini, mayoritas agnostik merupakan kafir lemas.

Apabila Martin, menerangkan kalau agnostisisme mempunyai bawaan ateisme lemas, mayoritas agnostik memandang pemikiran mereka berlainan dari ateisme, yang mereka liat ateisme serupa saja tidak benarnya dengan teisme. Ketidaktercapaian wawasan yang dibutuhkan buat meyakinkan ataupun menyangkal kehadiran tuhan atau dewa terkadang diamati selaku gejala kalau ateisme membutuhkan suatu lonjak keyakinan. Reaksi kafir kepada alasan ini merupakan kalau dalil- dalil keimanan yang tidak teruji seharusnyalah layak memperoleh ketidakpercayaan yang serupa begitu juga ketidakpercayaan pada dalil- dalil tidak teruji yang lain, serta kalau ketidakterbuktian kehadiran tuhan tidak melibatkan kalau kebolehjadian kehadiran tuhan serupa dengan kebolehjadian kehabisan tuhan. Filsuf Skotlandia J. J. C. Smart apalagi berargumen kalau” terkadang seorang yang betul- betul kafir bisa mengatakan dirinya selaku seseorang agnostik sebab abstraksi skeptisisme filosofis tidak berargumen yang hendak membatasi kita dari mengatakan kita ketahui apapun, melainkan bisa jadi bukti matematika serta akal sehat resmi.” Karenanya, sebagian pengarang kafir terkenal semacam Richard Dawkins memilah buat melainkan posisi teis, agnostik, serta kafir selaku cakupan kebolehjadian kepada statment” Tuhan terdapat”( cakupan kebolehjadian teistik).

Dasar pemikiran

Batas dasar pandangan ateistik yang sangat besar merupakan antara ateisme efisien dengan ateisme abstrak. Bentuk- bentuk ateisme abstrak yang berbeda- beda berawal dari alasan filosofis serta dasar pandangan yang berbeda- beda pula. Kebalikannya, ateisme efisien bukanlah membutuhkan alasan yang khusus serta bisa mencakup pengabaian serta ketidaktahuan hendak pandangan mengenai tuhan atau dewa.

Ateisme praktis

Dalam ateisme efisien ataupun efisien, yang pula diketahui selaku apateisme, orang hidup tanpa tuhan serta menarangkan kejadian alam tanpa memakai alibi cenayang. Bagi pemikiran ini, kehadiran tuhan bukanlah disangkal, namun bisa dikira selaku tidak berarti serta tidak bermanfaat; tuhan bukanlah membagikan kita tujuan hidup, atau mempengaruhi kehidupan tiap hari. Salah satu wujud ateisme efisien dengan implikasinya dalam komunitas objektif merupakan faktualisme metodologis, ialah pengumpulan anggapan faktualisme filosofis dalam tata cara objektif yang tidak diucapkan dengan atau tanpa dengan cara penuh menyambut ataupun memercayainya.”

Ateisme efisien bisa berbentuk:

– Kehabisan dorongan religius, ialah keyakinan pada tuhan tidak memotivasi aksi akhlak, religi, atau bentuk- bentuk aksi yang lain;

– Pengesampingan permasalahan tuhan serta religi dengan cara aktif dari pencarian intelek serta aksi efisien;

– Pengabaian, ialah kehabisan ketertarikan apapun pada kasus tuhan serta agama; dan

– Ketidaktahuan hendak rancangan tuhan serta dewa.

Ateisme teoretis

Ateisme abstrak dengan cara akurat membagikan alasan menentang kehadiran tuhan, serta dengan cara aktif merespon pada alasan teistik hal kehadiran tuhan, semacam misalnya alasan dari konsep serta taruhan Pascal. Ada bermacam alasan- alasan abstrak buat menyangkal kehadiran tuhan, kuncinya dengan cara ontologis, gnoseologis, serta epistemologis. Tidak hanya itu ada pula alibi intelektual serta sosiologis.

Alasan epistemologis serta ontologis

Ateisme epistemologis berargumen kalau orang tidak bisa mengenali Tuhan atau memastikan kehadiran Tuhan. Dasar epistemologis ateisme merupakan agnostisisme. Dalam filosofi imanensi, ketuhanan tidak bisa dipisahkan dari bumi itu sendiri, tercantum pula benak seorang, serta pemahaman setiap orang terkunci pada poin. Bagi wujud agnostisisme ini, keterbatasan pada perspektif ini membatasi kesimpulan adil apapun hal keyakinan pada tuhan serta keberadaannya. Agnostisisme rasionalistik Kant serta Pencerahan cuma menyambut ilmu yang dideduksi dari kerasionalan orang. Wujud ateisme ini mempunyai posisi kalau tuhan tidak bisa diamati selaku sesuatu modul dengan cara prinsipnya, alhasil tidak bisa dikenal apakah beliau terdapat ataupun tidak. Skeptisisme, yang didasarkan pada pandangan Hume, menerangkan kalau kejelasan hendak seluruh sesuatunya merupakan tidak bisa jadi, alhasil seorang tidak hendak sempat mengenali kehadiran mengenai Tuhan. Peruntukan agnostisisme kepada ateisme merupakan dipertentangkan; beliau pula bisa dikira selaku pemikiran bumi dasar yang bebas.

Baca juga : Agama dan Pendidikan di Seluruh Dunia

Alasan yang lain yang mensupport ateisme yang bisa diklasifikasikan selaku epistemologis atau ontologis mencakup positivisme masuk akal serta ignostisisme, yang menerangkan ketidakberartian atau ketidakterpahaman istilah- istilah dasar semacam” Tuhan” serta statment semacam” Tuhan merupakan mahakuasa.” Nonkognitivisme teologis mempunyai posisi kalau statment” Tuhan terdapat” tidaklah sesuatu ajaran, namun hanyah omong kosong atau dengan cara kognitif tidak berarti.

Alasan metafisika

Data lebih lanjut: Monisme serta Fisikalisme

Ateisme metafisik didasarkan pada monisme filsafat, ialah pemikiran kalau kenyataan merupakan sama serta tidak bisa dipecah. Kafir metafisik mutlak tercantum ke dalam sebagian wujud fisikalisme, alhasil dengan cara akurat menyangkal kehadiran makhluk- makhluk lembut. Kafir metafisik relatif menyangkal dengan cara sugestif konsep- konsep ketuhanan khusus didasarkan pada ketidakkongruenan antara filosofi dasar mereka dengan sifat- sifat yang umumnya tertuju pada tuhan, misalnya transendensi, sifat- sifat perorangan, serta ahadiat tuhan. Contoh- contoh ateisme metafisik relatif mencakup panteisme, panenteisme, serta deisme.

Alasan intelektual, sosiologis, serta ekonomi

Para filsuf semacam Ludwig Feuerbach serta Sigmund Freud berargumen kalau Tuhan serta keyakinan keimanan yang lain cumalah buatan orang, yang dilahirkan buat penuhi kemauan serta keinginan intelektual serta marah orang. Perihal ini pula ialah pemikiran banyak Buddhis. Karl Marx serta Friedrich Engels, dipengaruhi oleh buatan Feuerbach, berargumen kalau keyakinan pada Tuhan serta agama merupakan guna sosial, yang dipakai oleh penguasa buat memencet kategori pekerja. Bagi Mikhail Bakunin,” pandangan hendak Tuhan melibatkan turunnya bagian ide orang serta kesamarataan; beliau ialah negasi independensi orang yang sangat jelas, serta sekedarnya hendak selesai pada perbudakan pemeluk orang, dalam filosofi serta praktiknya.” Beliau membalikkan aforisme Voltaire yang populer yang bersuara bila” Tuhan tidak terdapat, hingga merupakan butuh buat menciptakanNya”, dengan menulis:” Bila Tuhan betul- betul terdapat, hingga merupakan butuh buat menghapusnya.”

Alasan masuk akal serta bersumber pada bukti

Ateisme masuk akal mempunyai posisi kalau bermacam rancangan ketuhanan, semacam tuhan perorangan dalam kekristenan, dikira dengan cara masuk akal tidak tidak berubah- ubah. Para kafir ini membagikan alasan deduktif yang menentang kehadiran Tuhan, yang menerangkan ketidakcocokan antara sifat- sifat khusus Tuhan, misalnya keutuhan, status inventor, keabadian, kemahatahuan, kemahakuasaan, transendensi, kemahaadilan, kemahabelaskasihan, serta kemahapengampunan Tuhan.

Kafir teodisi yakin kalau bumi ini tidak bisa dicocokkan dengan sifat- sifat yang ada pada Tuhan serta dewa- dewi begitu juga yang diserahkan oleh para teolog. Mereka berargumen kalau kemahatahuan, kemahakuasaan, serta kemahabelaskasihan Tuhan bukanlah sesuai dengan bumi yang penuh dengan kesalahan serta beban, serta simpati kasih tuhan atau dewa merupakan tidak bisa diamati oleh banyak orang. Alasan yang serupa pula diserahkan oleh Siddhartha Gautama, penggagas Agama Buddha.

Alasan antroposentris

Data lebih lanjut: Antropologi filosofis serta Humanisme

Ateisme aksiologis ataupun konstruktif menyangkal kehadiran tuhan, serta kebalikannya menyambut kehadiran” kemutlakan yang lebih besar” semacam manusiawi. Ateisme dalam wujud ini menyangka manusiawi selaku pangkal telak etika serta nilai- nilai, serta memperbolehkan orang buat menuntaskan kasus akhlak tanpa tergantung pada Tuhan. Marx, Nietzsche, Freud, serta Sartre seluruhnya memakai alasan ini buat mengedarkan pesar- pesan independensi,Übermensch, serta keceriaan tanpa hambatan.

Salah satu kritik yang sangat biasa kepada ateisme merupakan kalau menyangkal kehadiran Tuhan hendak bawa pada relativisme akhlak, menimbulkan seorang tidak beradab atau tidak mempunyai dasar etika, ataupun membuat hidup tidak berarti serta memasygulkan. Blaise Pascal menguraikan alasan ini pada tahun 1669.

Perjalanan Komunitas Atheist Yang Sama Dengan Perkembangan Judi Online
Blog Informasi

Perjalanan Komunitas Atheist Yang Sama Dengan Perkembangan Judi Online

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, berbicara soal atheist bukan lagi hal yang ditutup-tutupi. Pasalnya, perkembangan era ini justru menjadikan tidak sedikit orang yang telah memiliki kepercayaan kepada Tuhannya justru berpaling, memilih menjadi seorang atheist. Hal ini juga yang terjadi pada perkembangan dunia judi, dimana pemain judi memilih berpaling ke sebuah sistem permainan judi yang sulit diterima dengan akal sehat, yaitu judi online.

Bagaimana atheist itu muncul, banyak orang mengaitkannya dengan negara-negara yang tentunya memiliki adat dan budaya turunan nenek moyang yang sangat kental. Uniknya, paham tidak bertuhan ini justru ditemukan awal mulanya di berbagai negara Asia Timur dimana negara-negara tersebut memilki filosofi hidup yang lebih beretika.

China, Hongkong, dan Jepang merupakan contoh dari negara-negara dengan persentase penduduk penganut paham atheist cukup banyak. Bisa dikatakan bahwa orang-orang yang percaya dan menyembah Tuhan disana jumlahnya sekitar tidak lebih dari 30 persen. Mereka menganggap diri mereka bukan berasal dari Tuhan, oleh sebab itu mereka menyembah dewa-dewa yang mereka ciptakan sendiri hingga muncullah paham ini di tengah-tengah kehidupan mereka.

Begitu halnya terjadi pada judi online. Seperti yang sudah dikenal, negara-negara di Asia Timur cenderung memiliki budaya yang tinggi akan etika. Namun, fakta mengatakan bahwa permainan judi konvensional hadir dari tempat ini. Cikal bakal permainan judi daring saat ini ditemukan dan disebarluaskan oleh orang-orang dari Asia Timur tersebut. Tidak heran jika Cina dan Hongkong memiliki kasino terlaris di dunia.

Bagi banyak orang, fenomena berkembangnya paham tidak bertuhan ini terkesan menakutkan. Akan tetapi, banyak yang menyuarakan bahwa hal tersebut adalah hak asasi setiap manusia dan tidak perlu diperdebatkan. Pasalnya, ada satu kesaksian dimana seorang anak muda yang sangat aktif melakukan ibadah, di pertengahan jalan hidupnya, dia memilih meninggalkan keimanannya tersebut.

Ini adalah sebuah langkah besar karena dikatakan bahwa memiliki iman kepada Tuhan mampu membuat nyaman dan damai dalam diri setiap pribadi. Jika akhirnya langkah menjadi seorang atheis ini diambil, maka orang tersebut sudah bisa menikmati kehidupannya dengan cara mandiri dan tidak bergantung kepada sang pencipta.

Inilah yang terjadi di dunia perjudian. Dulu, orang-orang berbondong-bondong untuk bermain judi di sebuah casino karena dirasa lebih aman dan nyaman. Sekarang sebaliknya, para penjudi tersebut akhirnya memilih untuk bermain judi secara online. Alasan ini yang membuat perusahaan kasino memilih mengambil langkah besar dengan menciptakan sebuah inovasi.

Inovasi yang ditemukan pada akhirnya mengubah cara pandang pemain judi, dimana mereka bisa bermain judi tanpa melakukan kegiatan lainnya seperti berkendara, mengantri, dan lain sebagainya. Hal ini sama dengan orang atheist yang lalu memiliki cara pandang berbeda tentang sebuah arti ketuhanan itu sendiri.

Baca juga : Prinsip Hidup Dan Pemikiran Seorang Atheis

Perjalanan Komunitas Atheist Yang Sama Dengan Perkembangan Judi Online

Apakah Pergi Ke Tempat Ibadah Masih Jaman? Apakah Judi Online Lebih Kekinian?

Pertanyaan ini sungguh menggelitik para kritikus keagamaan. Ketika era belum berganti dan belum sebebas sekarang ini, maka orang-orang sangat antusias untuk pergi ke tempat ibadah, bertemu dengan kawan seiman, dan melakukan kegiatan-kegiatan dengan dasar agama. Hingga pada akhirnya muncul satu pernyataan bahwa manusia tidak perlu membuang waktu untuk menyembah yang tidak terlihat.

Dengan pernyataan ini, bisa disimpulkan bahwa paham atheist sudah semakin berkembang. Banyak orang mulai berfikir bahwa tidak relevan jika seseorang mau membuang waktu hanya untuk melakukan satu kegiatan keagamaan. Sehingga, orang-orang mulai berpikir bahwa pergi ke tempat ibadah sudah tidak jaman.

Jika dikaitkan dengan dunia perjudian, hal ini hampir sama. Banyak pemain judi sekarang tidak tertarik dengan bangunan bernama casino dan isi didalamnya. Hal ini dikarenakan judi bisa dilakukan dengan sistem online. Karena kemudahannya, pemain judi sakarang ini berceloteh bahwa kasino dan isinya sudah ketinggalan jaman karena dirasa tidak fleksibel dan kurang memenuhi keinginan pemain.

Jika seorang atheist pergi meninggalkan agama dan iman kepada Tuhannya, maka ada berbagai alasan yang bisa digali dari keputusan mereka. Banyak orang-orang atheist yang bercerita bahwa dalam kehidupan beragama, justru mereka kehilangan kedamaian batin. Ada juga yang justru membuat kesimpulan demi kesimpulan bagaimana keimanan dan agama hanyalah sebuah konspirasi.

Memang, banyak kaum atheist yang bermula dari sebuah kekecewaan pada satu agama tertentu. Namun, tidak sedikit yang mengatakan bahwa agama dan Tuhan adalah hal yang sulit dipercaya keberadaannya. Salah satu dari orang atheist sempat menyampaikan bahwa kehidupan manusia beragama seperti berada di dalam ruangan dengan benteng yang kokoh tanpa bisa melihat hal-hal lain di luar hal supranatural.

Ternyata, kaum atheist sendiri memiliki perjalanan hidup yang unik hingga akhirnya memutuskan menjadi seorang atheist. Sama halnya dengan pemain judi yang sudah mulai bermain sejak jaman kasino masih berjaya. Entah dengan alasan apapun, saat ini pemain judi merasa bahwa ilmu dan pengetahuan tentang judi semakin terbuka lebar dengan sistem online.

Bahkan, ketika para pemain judi meninggalkan casino dan memilih bermain dengan cara online, mereka mendapatkan kepuasan yang jauh lebih banyak dibandingkan saat mereka bermain di casino. Bisa dikatakan bahwa atheist memiliki persamaan dengan penjudi masa kini. Mereka meninggalkan Tuhan, penjudi meninggalkan casino.

Salah satu sumber mengatakan bahwa penganut paham atheist tidak hanya orang-orang dengan usia yang cukup dewasa. Ditemukan bahwa banyak anak-anak remaja memutuskan untuk memilki kehidupan sebagai seorang atheist. Tentu saja hal ini sangat mengejutkan dimana para remaja belum mengetahui secara dalam paham ini.

Perjalanan Komunitas Atheist Yang Sama Dengan Perkembangan Judi Online

Selain itu, orang-orang dengan paham atheist ini sangat beragam. Bisa ditemukan bahwa tidak ada kesenjangan jumlah antara pria dan wanita. Jika pria berkisar 50 persen, maka wanita yang memilih paham atheist memiliki persentase sekitar 43 persen. Angka yang sangat dekat bahkan tidak terpaut jauh. Begitu juga untuk usia dibawah 20 tahun dan di atas 50 tahun, tidak ada perbedaan jauh mengenai siapa penganut atheist itu sendiri.

Sama dengan judi di era saat ini, permainan judi dengan sistem daring memikat hati orang-orang, baik muda maupun tua. Jika dulu, para wanita enggan pergi ke kasino untuk bermain judi, dengan judi online  anda bisa menikmati berbagai jenis permainan casino  online seperti roullete, baccarat, poker, slot dengan bebas. Sistem online membuka kesempatan bagi orang-orang yang dulu tidak pernah terlihat di kasino, sekarang justru jago dalam bermain.

Tidak pernah terbayangkan bahwa jaman akan berubah sedemikian rupa. Dimana orang-orang yang selalu percaya dan mengandalkan Tuhan sekarang berpaling meninggalkan penciptanya dan memilih menganut satu paham anti Tuhan. Begitu juga dengan judi online, dulu kasino selalu diagung-agungkan hingga bermunculan kasino-kasino baru di berbagai penjuru dunia. Namun, sekarang mereka bermain hanya dengan menggunakan gadget.

Baca juga : Ini Mengapa Judi Online dan Forum Komunitas Kota Modena Sama-sama Dibutuhkan

Danielle Lo Duca Percaya Teori Big Bang Dalam Al- Quran
Informasi

Danielle Lo Duca Percaya Teori Big Bang Dalam Al- Quran

Danielle Lo Duca Percaya Teori Big Bang Dalam Al- QuranAda banyak cerita menarik dalam perjalanan Islam. Salah satunya adalah kisah Danielle Lo Duca, seorang seniman lulusan Pratt Institute. Lo Duca tidak pernah bermimpi menjadi seorang Muslim. Dia juga tidak ingin menjadi seorang Kristen. Ia percaya bahwa semua konsep agama formal tidak menyenangkan. Meski dibesarkan oleh umat Katolik, Danielle masih menganggap dirinya seorang agnostik. Danielle Lo Duca berkata: “Jika Anda menawarkan jutaan dolar untuk mengundang saya berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, saya akan menolak”.

Danielle Lo Duca Percaya Teori Big Bang Dalam Al- QuranDanielle Lo Duca Percaya Teori Big Bang Dalam Al- Quran

Outcampaign.org – Dia adalah generasi ketiga Amerika Serikat. Dia dibesarkan di pinggiran kota New York yang homogen. Sebagai wanita modern yang rasional, dia lebih percaya pada pemikirannya sendiri untuk membimbing hidupnya, daripada “kitab suci”.

Lo Duca ingat tertawa terbahak-bahak saat membaca “Hey, You Are God” oleh Pasqual S. Schievella. Melalui buku setebal 200 halaman ini, para profesor Universitas Columbia mengejek konsep Tuhan melalui dialog satir.

Lo Duca (Lo Duca) tampaknya baik-baik saja. Menurutnya, pemikir jelas lebih unggul dari pemeluk agama yang hidup tanpa daya kritis.

Baca Juga : Prinsip Hidup Dan Pemikiran Seorang Atheis

Namun, daya kritis Lo Duca tidaklah monoton. Gerakan non-religius tidak membuatnya mustahil untuk membuktikannya. Ia percaya bahwa tidak cukup hanya berpikir lebih baik tanpa keyakinan agama dikutip dari kompas.com.

Seperti ilmuwan dari Barat yang rasional dan empiris, Lo Duca sangat ingin membuktikan bahwa secara sistematis agama tidak begitu lebih dari tipuan dia sangat ingin melakukan ini.

Menariknya, LoDuca mengatakan dalam percakapan dengan pemeluk agama, terutama pemeluk agama Islam, bahwa dia sering melihat bahwa mereka tampak bersemangat untuk percaya. Tampaknya tidak peduli sebegitu banyaknya kesalahan atau kontradiksi yang perlu ditunjukkan oleh Alkitab mereka (Kristen-Alkitab). Mereka mengesampingkannya, tanpa daya kritis sedikit pun.

Hingga suatu saat, ia mendapat terjemahan Alquran gratis. Dia melewati sekelompok orang yang mendistribusikan Alquran. Tanpa melepas teleponnya, dia hanya bertanya, “Apakah ini gratis?”

Salah satu panitia mengiyakan. Dia mengambil satu dan melanjutkan. Dia sama sekali tidak tertarik untuk bertanya.

Ia hanya tertarik untuk mendapatkan buku-buku gratis, yang mungkin membuatnya lebih banyak tertawa tentang agama.

Namun, sejak membaca “Kitab Suci”, dia menjadi lebih pendiam. Alquran berbeda dari buku-buku agama lain yang juga dia kumpulkan.

Seorang teman pernah menyebut Tuhan Muslim pemarah dan pendendam. Dia segera mendatangi orang itu, tetapi tidak menyadarinya. Dia membuka halaman Alquran, dan kemudian menampilkan kalimat: “Allah, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang”.

Alquran hanyalah sebuah “buku usang”, tapi menurutnya itu sepenuhnya terkait dengannya. Hal-hal tertentu memiliki ritme dan cara komunikasi yang intim. Dia tidak pernah memiliki kecantikan sebelumnya.

Dia menolak keyakinan buta, tetapi mendorong manusia untuk menggunakan kecerdasan. Lo Duca menyadari bahwa Quran sepenuhnya untuk kepentingan umat manusia.

Setelah beberapa waktu, niat ini menjadi lebih kuat. Ia mulai membaca buku-buku tentang Islam. Lo Duca menemukan bahwa Nabi Muhammad ditegur dalam Alquran. Menurut para orientalis, jika Muhammad dianggap sebagai penulis Quran, fakta ini kelihatannya aneh.

Loduka berkata: “Orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda berbohong.” Dia berdoa sepanjang malam. Meminta maaf karena telah menghina akhlak mulia itu.

Suatu malam, LoDuca bahkan lebih terkejut ketika dia membaca bagian 30 dari “Surah al-Anbiya”. Perhatiannya teralihkan. Itulah Teori Big Bang! LoDuca berpikir. Selanjutnya ayat ini mengatakan bahwa segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Bukankah itu ditemukan oleh para ilmuwan?

LoDuca melompat dan mulai membaca dengan teliti. Dia duduk membaca di perpustakaan Pratt Institute sepanjang malam. LoDuca masih membuka matanya, membuka setumpuk buku, dan bangun. Kebenarannya ada di sini.

Akhirnya pada tahun 2002, Danielle Lo Duca resmi masuk Islam. Sejak memimpin Shahada, dia merasa lebih damai dari yang diharapkan. Melihat kembali masa lalunya, Danielle merasa bahwa Tuhan telah membimbingnya untuk memahami agama ini. Dia berkata: “Untungnya, saya berhasil menjaga keingintahuan saya. Saya selalu dapat menemukan pertanyaan yang mendorong saya untuk terus mencari.

Sekarang, Danielle aktif menulis dan memberikan pandangan yang menginspirasi tentang Muslim Amerika, sangat kontras dengan narasi negatif yang menghina Islam dan Muslim.

“Mereka yang tidak percaya tidak tahu bahwa kedua langit dan bumi ini dulunya padat, lalu kami memisahkan keduanya. Dari air kami membuat semua makhluk hidup. Jadi mengapa mereka tidak mempercayainya juga?” ( Surat al-Anbiya: 30).

Danielle Lo Duca Dulunya Ateisme Danielle Lo Duca Dulunya Ateisme

Berabad-abad setelah nabi Muhammad SAW menerima ayat ini pada abad keempat belas, tafsir para komentator terhadap ayat ini hampir tidak berubah. Ibn Kathir dan Imam Suyuti sepakat bahwa ayat ini menjelaskan bahwa langit dan bumi pertama-tama ditumpuk, kemudian dipisahkan, lalu hujan, yang membuat bumi menjadi hijau dan membangkitkan bumi.

Belakangan, sejak pertengahan abad ke-20, ayat ini memiliki makna lain. Banyak cendekiawan dan ilmuwan Muslim percaya bahwa ayat ini menandakan peristiwa “Big Bang”. Saat ini, teori ini telah diterima secara luas oleh sebagian besar fisikawan, menjelaskan masalah asal usul alam semesta, yang meledak miliaran tahun yang lalu dan terus berkembang menjadi galaksi. Berawal dari satu titik bintang.

Ketika muncul pada tahun 1920-an, para ilmuwan tidak mempertimbangkan teori ini, kebanyakan dari mereka percaya pada teori keadaan konstan alam semesta, tanpa awal dan tanpa akhir. Namun, ada titik balik di tahun 1959.

Ini bermula ketika Stephen Hawking, seorang mahasiswa di Universitas Oxford di Inggris, menyadari bahwa dia menderita motor neuropathy amyotrophic lateral sclerosis (ALS) dan mungkin melumpuhkan tubuhnya. Hawking diselimuti oleh penyakit ini dan mengalihkan pemikirannya ke bidang fisika teoritis, khususnya bidang yang berkaitan dengan kosmologi.

Menurut BBC, dia kemudian menerima gelar PhD dari Universitas Cambridge. Di Cambridge, Hawking dilatih oleh Dennis Sciama, yang mendorongnya untuk mempelajari teori Big Bang.

Hawking menerima saran ini, kemudian dia juga mempelajari dengan cermat teori spekulasi lubang hitam (juga dikenal sebagai lubang hitam), yaitu keadaan di mana bintang tertentu mati dan menjadi benda dengan gaya gravitasi yang kuat, gaya gravitasi ini akan menyerap. semua materi, bahkan cahaya, ruang, dan waktu.

Dari penyelidikan teoretisnya, Hawking menyimpulkan bahwa Big Bang adalah kebalikan dari lubang hitam. Pada tahun 1970, Hawking dan fisikawan matematis Roger Penrose (Roger Penrose) menerbitkan sebuah teori pada saat kondisinya memburuk dan mulai menjadi lumpuh. Mereka menyimpulkan bahwa alam semesta pasti berawal dari keadaan yang disebut singularitas. Of.

Ruang dan waktu sangat padat sehingga tidak mematuhi hukum fisika konvensional. Dari keadaan itu, alam semesta meledak dan terus mengembang.

Meskipun teori singularitas kemudian dikoreksi oleh Hawking, namun kemudian dianggap oleh fisikawan untuk mengkonfirmasi keberadaan lubang hitam dan asal mula alam semesta melalui peristiwa Big Bang. Saat ini, teori “Ledakan Dahsyat” berakar sangat dalam di komunitas ilmiah sehingga digunakan untuk menjelaskan Bagian 30 Alquran.

Tidak hanya itu, teori Hawking belakangan ini telah digunakan untuk meningkatkan keakraban dan keakuratan ilmiah Alquran. Pada tahun 1980, ia dan fisikawan Alan Guth melakukan kalkulasi tentang perluasan alam semesta, dengan demikian membenarkan teori bahwa alam semesta telah mengembang sejak ledakan pertama.

Hawking merupakan orang pertama yang mengukur fluktuasi kuantum yang dihasilkan oleh perluasan alam semesta dan menunjukkan bagaimana fluktuasi tersebut menyebabkan penyebaran galaksi. Perhitungan ini melengkapi makalah Hawking pada 1969 tentang sifat alam semesta yang terus mengembang.

Para penggagas tafsir Alquran secara ilmiah, seperti Maurice Bucaille di Perancis, Harun Yahya di Turki, Abdul Basith Jamal di Pakistan atau Abduldaem Al-Kaheel di Suriah, dan banyak lagi yang percaya bahwa teori pemekaran alam semesta berarti ayat 47 dari Alquran. Puisi itu berbunyi: “Ya Tuhan, kita dibangunkan oleh kekuatan (kita), sebenarnya kita sedang mengembangkannya”.

Danielle Lo Duca Pindah AgamaDanielle Lo Duca Pindah Agama

Pada saat yang sama, pada tahun 2006, ilmuwan Hawking dan CERN Thomas Hertog (Thomas Hertog) mengajukan teori singularitas. Hawking akhirnya menentukan idenya untuk menjelaskan alam semesta melalui relativitas umum dan fisika kuantum.

Akibatnya, seperti yang dikemukakan Hawking beberapa tahun lalu, dia mengajukan sebuah model yang secara luas menyatakan bahwa alam semesta yang kita tinggali saat ini mungkin bukan satu-satunya alam semesta yang ada.

Menurut Hawking, di awal penciptaan-nya yang dikutip dari pidatonya di hawking.org.uk, muncul banyak gelembung aneh. Beberapa dari gelembung ini meledak dan menghilang pada keadaan awal, sementara yang lain berhasil meledak dan mengembang ke alam semesta.

Ateis menggunakan teori ini untuk menyangkal keberadaan Tuhan pada awal penciptaan. Namun di sisi lain, beberapa orang menggunakannya untuk tujuan yang sama sekali berbeda. Mereka menilai bahwa konsep “multiverse” (juga dikenal sebagai “plural universe”) telah tersirat dalam kalimat yang paling umum diucapkan umat Islam dalam Alquran: “Alhamdulillahirobbilalamin”.

Dalam kalimat itu, Allah disebut penguasa “Alamin” (alias “dunia”). Bahkan sejak berdirinya Islam, Tuckerville, bentuk jamak dari kata “nature”, sudah mengacu pada multiverse. Misalnya, sahabat Nabi Abu Sa’id Lakhudri tercatat bersabda: “Sebenarnya Allah memiliki 40.000 alam semesta. Dan dunia dari timur ke barat hanyalah satu alam semesta”. Dalam numerologi Islam, angka empat puluh sering disandingkan dengan tak terhingga.

Absad tidak sendiri. Tabin (Wahb bin Muhabbih) juga berkata: “Allah sebenarnya memiliki 18.000 alam semesta, dan dunia hanyalah salah satunya”.Moutasem Atiya, direktur Institut Al-Madina di Amerika Serikat, juga mengutip pernyataan Imam Suyuti dalam komentar sahabat Nabi Ibn Abbas tentang kemungkinan multiverse. “Ada tujuh bumi. Ada rasul seperti rasulmu di setiap bumi. Adam seperti Adam di bumi kita, Nuh seperti Nuhmu, Abraham seperti Abrahammu, dan Isa Seperti Isa mu”. Seperti angka 40, tujuh angka biasanya dikaitkan dengan angka yang sangat besar.

Baca Juga : Hal yang Membatalkan Puasa Kalian Harus Paham

Menurut Profesor Thomas Djamaluddin, Kepala Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), baru meninggal Rabu (14/3) sebelum Hawking berhasil menjelaskan asal mula hukum alam yang ia temukan melalui perhitungan. Thomas menjelaskan: “Logika orang percaya segera menunjukkan bahwa pasti ada Tuhan Pencipta yang menciptakan hukum di alam.

Hawking tidak menemukan tujuan dari sebuah “teori tentang segala sesuatu” yang secara independen dapat menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja.

Bukan rahasia lagi kalau Hawking kerap mengaku ateis. Ia menegaskan bahwa agama dan sains adalah dua entitas yang harus dipisahkan. Ia juga percaya bahwa keberadaan alam semesta tidak membutuhkan konsep Tuhan untuk menjelaskan keberadaannya. Tetapi bagi banyak orang lainnya, perhitungan Hawking dan teori yang dia hasilkan adalah cara untuk mengkonfirmasi kepercayaan lama mereka pada kebesaran Sang Pencipta.

 

Prinsip Hidup Dan Pemikiran Seorang Atheis
Informasi

Prinsip Hidup Dan Pemikiran Seorang Atheis

Prinsip Hidup Dan Pemikiran Seorang Atheis – Banyak Atheis yakin kalau agama mereka merupakan produk dari pandangan logis. Mereka memakai alasan semacam” Aku tidak yakin pada Tuhan, aku yakin pada ilmu” buat menarangkan fakta serta akal sehat, dari agama serta ajaran transendental mistis, yang jadi dasar pandangan mereka.

Prinsip Hidup Dan Pemikiran Seorang AtheisPrinsip Hidup Dan Pemikiran Seorang Atheis

Outcampaign.org – Namun, hanya karena Anda percaya pada penelitian ilmiah berbasis bukti (yang membutuhkan inspeksi dan prosedur yang ketat) tidak berarti cara berpikir Anda sama.

Kala Kamu menanya pada Atheis kenapa mereka jadi kafir, mereka kerap menggambarkan momen Eureka kala mereka mengetahui kalau agama tidak masuk akal, dikutip dari kompas.com.

Baca juga : Artis Hollywood Ini Memilih Hidup Sebagai Seorang Atheis

Anehnya, mungkin banyak orang beragama memiliki pandangan serupa tentang ateisme. Ketika para teolog dan pengikut agama lain berspekulasi bahwa ateis pasti sekelompok orang yang menyedihkan yang kehilangan kepuasan filosofis, etis, mitologis, dan estetika yang dimiliki oleh orang-orang beragama, mereka jatuh ke dalam dunia rasionalitas yang menyedihkan.

Sains ateisme

Namun nyatanya, sains semakin menunjukkan bahwa ateis lebih rasional daripada ateis. Nyatanya, ateis mudah jatuh ke dalam bentuk lain dari “pemikiran kelompok” dari kognisi irasional seperti yang lainnya. Misalnya, orang yang religius dan non-religius dapat mengikuti orang karismatik tanpa mempertanyakannya. Seperti yang telah dieksplorasi oleh psikolog sosial Jonathan Haidt, pikiran kita cenderung lebih menyukai perasaan akan kenyataan daripada kenyataan itu sendiri.

Bahkan kepercayaan seorang ateis tidak ada hubungannya dengan penyelidikan rasional yang dipikirkan oleh seorang ateis. Misalnya, kita sekarang tahu bahwa anak-anak non-religius dari orang tua yang religius melepaskan keyakinan mereka karena alasan yang tidak terkait dengan pemikiran intelektual. Penelitian kognitif baru-baru ini menunjukkan bahwa faktor penentu adalah belajar dari apa yang dilakukan orang tua, bukan dari apa yang mereka katakan.

Oleh karena itu, jika orang tua mengatakan bahwa mereka adalah orang Kristen, tetapi mereka telah menghilangkan kebiasaan melakukan hal-hal penting, seperti berdoa atau pergi ke gereja, maka anak-anak mereka tidak percaya bahwa agama itu bermakna.

Ini sangat masuk akal, tetapi anak-anak tidak akan menghadapinya pada tingkat kognitif. Sepanjang sejarah evolusi kita, manusia sering kekurangan waktu untuk meneliti dan mengukur bukti – yang penting untuk membuat penilaian dengan cepat. Artinya, anak hanya bisa menyerap informasi penting sampai batas tertentu saja, dalam hal ini keyakinan agama sepertinya kurang penting dari yang dikatakan orang tua.

Bahkan anak-anak yang lebih tua dan remaja yang benar-benar memikirkan topik-topik agama mungkin tidak dapat berpikir mandiri seperti mereka. Penelitian di Inggris menunjukkan bahwa orang tua dari ateis (dan lainnya) mengkomunikasikan keyakinan mereka kepada anak-anak mereka dengan cara yang sama seperti orang tua yang religius melalui budaya dan perselisihan.

Beberapa orang tua berpikir bahwa anak-anak harus memilih keyakinannya sendiri, tetapi yang mereka lakukan hanyalah menyampaikan cara berpikir tertentu tentang agama, seperti berpikir bahwa agama adalah masalah pilihan, bukan kebenaran suci. Tak heran, hampir semua anak Inggris (95%) akhirnya “memilih” menjadi ateis.

Sains dan iman

Tapi apakah ateis lebih cenderung bersikeras pada sains daripada orang yang percaya pada agama? Banyak sistem kepercayaan yang kompatibel dengan pengetahuan ilmiah sampai batas tertentu. Beberapa sistem kepercayaan sangat kritis terhadap sains, percaya bahwa itu terlalu berpengaruh pada kehidupan kita, sementara sistem kepercayaan lain sangat peduli dengan penelitian dan respons terhadap pengetahuan ilmiah.

Namun, apakah Anda percaya pada agama atau tidak, perbedaan ini tidak dapat tercermin dengan baik. Misalnya, beberapa tradisi Protestan menganggap pemikiran rasional atau ilmiah sebagai inti dari kehidupan religius mereka. Pada saat yang sama, generasi baru ateis postmodern menekankan keterbatasan pengetahuan manusia dan percaya bahwa sains sangat terbatas bahkan bermasalah, terutama dalam masalah eksistensial dan etika. Misalnya, para ateis ini mungkin mengikuti pemikir seperti Charles Baudelaire, yang percaya bahwa hanya dalam ekspresi artistiklah pengetahuan sejati dapat ditemukan.

Meskipun banyak ateis suka menganggap diri mereka sebagai ilmu profesional, sains dan teknologi sendiri terkadang menjadi dasar pemikiran atau keyakinan religius, atau dasar yang sangat mirip dengan pemikiran atau keyakinan religius. Sebagai contoh, kebangkitan gerakan transhumanist didasarkan pada keyakinan bahwa manusia dapat dan harus menggunakan teknologi untuk mengatasi keadaan alam dan keterbatasan saat ini, inilah cara inovasi teknologi mempromosikan banyak kesamaan dengan keyakinan agama.

Bahkan bagi para ateis yang skeptis terhadap transhumanisme, peran sains bukan hanya masalah nalar, melainkan dapat memberikan kepuasan filosofis, etis, mitologis, dan estetika yang diberikan agama bagi para pengikutnya.

Sebagai contoh, ilmu tentang dunia biologi bukan hanya sekedar topik keingintahuan, bagi sebagian ateis memberikan makna dan kenyamanan, seperti kepercayaan pada tuhan yang dianugerahkan kepada orang yang beriman. Para psikolog menunjukkan bahwa dalam menghadapi stres dan kecemasan akan kelangsungan hidup, kepercayaan pada sains akan meningkat, sama seperti pengaruh keyakinan agama terhadap penganut agama yang meningkat dalam situasi ini.

Jelas, gagasan menjadi seorang ateis karena alasan rasional tampaknya mulai menjadi tidak masuk akal. Kabar baiknya adalah rasionalitas sangat dibesar-besarkan. Kecerdasan manusia lebih mengandalkan pemikiran rasional. Seperti yang dikatakan Haidt tentang “pemikiran keadilan”, kita sebenarnya “dirancang” untuk mempraktikkan “moralitas”, bahkan jika kita tidak melakukannya dengan cara berpikir rasional kita.

Keahlian buat membuat ketetapan kilat, menjajaki ambisi kita serta berperan dengan cara impulsif pula ialah mutu berarti untuk orang serta kunci keberhasilan kita.

Untungnya, orang sudah menciptakan ilmu, yang berlainan dengan pandangan kita, logis serta berplatform fakta. Kala kita menginginkan fakta yang betul, sepanjang subjeknya dapat dicoba, ilmu dapat menyediakannya.

Yang terutama, fakta objektif mengarah tidak mensupport pemikiran kalau ateisme merupakan mengenai pandangan logis serta teisme mengenai realisasi kehadiran. Faktanya, orang tidak menggemari ilmu. Tidak satu juga dari kita yang irasional, pula bukan pangkal arti serta kenyamanan eksistensial.

 

Sains Ateis Versus Sains IslamSains Ateis Versus Sains Islam

Suatu ketika, Napoleon bertanya kepada Laplace (lahir 1827), yang merupakan ahli matematika Prancis yang hebat, siapa penulis alam semesta ajaib ini. Laplace menjawab: “Saya tidak butuh asumsi itu”.

Bagi Laplace, keberadaan Tuhan tidak penting bagi ilmu pengetahuan, karena dengan memahami hukum alam, semua pertanyaan bisa terjawab.

Balasan Laplace dapat dibilang menggantikan pemikiran akademikus Barat mengenai ilmu serta agama. Semenjak Copernicus mengemukakan buah pikiran” buah pikiran esensial” pada era ke- 16, ilmu modern lambat- laun menghilangkan agama agama. Semenjak itu, menafsirkan ilmu dengan Tuhan serta agama dikira tidak masuk ide serta percuma. Seluruh keberadaan serta gairah yang terjalin di alam cuma berasal dari hukum alam.

Inilah yang dibilang Hawking dalam The Grand Design( 2010):” Buatan mereka tidak membutuhkan aduk tangan sebagian insan transendental mistis ataupun Tuhan. Kebalikannya, bermacam alam sarwa ini dengan cara natural dibuat oleh hukum fisika.”( Tipe Invensi ini tidak menginginkan daya transendental mistis ataupun aduk tangan Tuhan. Alam sarwa ini dengan cara natural timbul dari hukum fisika.

 

Sebagaimana kita ketahui bersama, pengajaran sains di Indonesia biasanya berorientasi pada negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini terjadi karena negara-negara tersebut dianggap sebagai negara yang maju dalam iptek. Petunjuk sederhana dapat dilihat pada kurikulum sains yang digunakan di sekolah-sekolah di Indonesia. Struktur materi dan isinya sebenarnya disalin dan ditempel dari negara-negara Barat.

Misalnya dalam bidang fisika, buku teks sains sarat dengan teori-teori ilmuwan Barat, seperti Copernicus, Gauss, Descartes, Newton, Planck, Snells, Maxwell, Pascal, Celsius, Boyle, Kiel Hoff, De Broglie, Einstein dan masih banyak lagi. Situasi serupa terjadi dalam disiplin ilmu lain, seperti biologi, kimia, dan astronomi.

Di dunia Barat, mengasosiasikan sains dengan Tuhan dan agama dianggap sebagai “Haram”. Ini karena agama tidak dianggap sebagai sumber ilmu. Agama dianggap sekumpulan dogma tidak ilmiah karena tidak empiris dan rasional. Agama bukanlah sains. Paradigma ini juga banyak menambah konsep pendidikan sains.

Ironisnya, pandangan ateis ini semakin mewarnai gaya pendidikan sains di Indonesia. Agama jauh dari sains. Alquran tidak dianggap sebagai sumber pengetahuan. Padahal, Indonesia adalah negara yang berlandaskan Tuhan Yang Maha Esa. Pada saat yang sama, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara jelas mengatur bahwa tujuan pendidikan nasional adalah membina warga negara yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Beberapa tema keilmuan di Indonesia, jika dikaji dengan cermat, sebenarnya menyiratkan pandangan hidup yang ateistik, yang bertentangan dengan keyakinan Islam dan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Misalnya, di “Kelas Fisika”, hukum kekekalan energi dan materi diajarkan.

Teori seperti itu berarti menolak keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Hal yang sama dapat ditemukan dalam pembahasan tentang asal usul biologi dalam mata kuliah biologi. Ada banyak teori tentang asal usul biologis. Ada teori biogenesis (biologi berasal dari benda mati), teori biogenesis (biologi berasal dari biologi), teori evolusi kimia (biologi berasal dari evolusi senyawa di alam), dll.

Meski berbeda secara konseptual, semua teori ini menyiratkan satu kesamaan, yaitu penolakan pencipta dan dewa yang menguasai alam. Pertanyaan berikut ini adalah bagaimana cara mendidik anak-anak Muslim mengimani Islam di kelas-kelas agama, sementara di sisi lain membuat mereka terobsesi dengan bakat mengajar di kelas sains?

Yang lebih mengkhawatirkan adalah bagaimana Tuhan menghilang dari buku-buku sains. Coba perhatikan buku-buku sains yang digunakan dari sekolah dasar hingga universitas. Tampaknya tabu untuk hanya mengungkapkan rasa syukur kepada Allah dalam buku teks ini. Padahal, betapa banyak bagian alam yang telah dianugerahkan oleh Allah!

Pada saat yang sama, seperti Harun Yahya, masuknya setidaknya Alquran dalam buku teks sains mengolok-olok kitab suci yang sesuai dengan penemuan ilmiah. Belum lama ini, seorang profesor di salah satu universitas ternama di Indonesia memprotes “Kursus 2013” yang memasukkan agama ke dalam kurikulum sains, meski dia sendiri seorang Muslim.

Terdapat banyak bagian dalam Alquran yang mengarahkan banyak orang beragama buat mencermati alam. Bagi Ratib an- Nabulsi, paling tidak 1. 300 bagian ataupun seperlima Alquran mengenai alam( The Seven Pillars of Life, Jakarta: Dengung Insani Press, tahun 2010).

Tujuannya buat memahami Tuhan serta kebesaran- Nya, alhasil terus menjadi dalam keimanannya, terus menjadi besar rasa syukurnya. Maksudnya dari perspektif Islam, merelaikan ilmu dari keagamaan Si Inventor tidak cuma salah, namun berlawanan dengan agama Islam.

Dulu, ilmuwan Muslim sering mengaitkan sains dengan agama. Perlu ditekankan bahwa perdebatan tentang hubungan antara sains dan agama tidak pernah terjadi di dunia Islam, dan baru muncul pada abad terakhir karena penetrasi pemikiran Barat yang cepat.

Prinsip Hidup Dari Seorang AtheisPrinsip Hidup Dari Seorang Atheis

Bagi ilmuwan Muslim, alam semesta adalah himne Allah. Inilah mengapa mereka sering mengungkapkan keyakinannya dalam buku-buku agama dan ilmiah. Mereka bahkan mengutip Alquran dalam karya ilmiah mereka tanpa ragu-ragu.

Misalnya, Abu Rayhan al-Biruni mendeskripsikan visi tersebut dalam bukunya “Vision”, yang memuat berbagai teori ilmu geologi. Kami melihat tanda-tanda bahwa Allah memiliki hikmah dalam penciptaannya dan dapat digunakan sebagai alat untuk mencari petunjuk dari Allah SWT.

Baca Juga : Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab & Dunia Pendidikan Saat Ini

Kemudian dia mengutip Fushshilat ayat 53: “Kami akan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda bahwa kami ada di semua wilayah di bumi dan kepada diri kami sendiri sampai mereka tahu bahwa Alquran itu nyata. Bukankah cukup bagi Tuhanmu untuk menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Tentu saja terlalu lama menyebutkan contoh serupa dalam tulisan ilmuwan Muslim lainnya. Ilmu semacam ini yang digabungkan dengan tauhid sekarang biasa disebut sebagai “ilmu Islam”. Menggabungkan pengajaran sains dengan agama sangatlah penting, hal itu tidak bisa dihindari. Karena alam ini diciptakan oleh Tuhan untuk membimbing orang agar lebih memahami Tuhan mereka. Tentunya semua itu harus dilakukan dengan ide-ide yang matang, bukan sekedar menempelkan kitab suci, sehingga dapat merendahkan harkat agama.

Untuk itulah saatnya mendalami sejarah perkembangan keilmuan di dunia Islam. Apalagi ini adalah kewajiban besar bagi ilmuwan Muslim saat ini.

 

Artis Hollywood Ini Memilih Hidup Sebagai Seorang Atheis
Informasi

Artis Hollywood Ini Memilih Hidup Sebagai Seorang Atheis

Artis Hollywood Ini Memilih Hidup Sebagai Seorang AtheisDalam berbagai peristiwa akbar, nama Tuhan mungkin masih sering disebut. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada segelintir artis Hollywood yang memilih untuk tidak percaya pada agama, yaitu mendukung ateisme.

Artis Hollywood Ini Memilih Hidup Sebagai Seorang Atheis

Artis Hollywood Ini Memilih Hidup Sebagai Seorang Atheis
outcampaign.org

Outcampaign.org – Satu hal yang perlu Anda ketahui, beberapa atheis ini ternyata adalah artis A-level yang sangat berpengaruh. Mereka bahkan jarang menunjukkan ateisme mereka di depan umum dikutip dari tribunnews.com.

Kali ini kita akan membahas bintang Hollywood yang ateis. Cari tahu jawabannya dan jangan kaget jika idola Anda ada dalam diskusi ini!

Baca Juga : Perkembangan Serta Anutan Agama Yang di Pakai Orang India

A. Angelina Jolie

Angelina Jolie

Siapa yang pernah melihat Angelina Jolie berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan? Tentu tidak, karena bintang TOM RAIDERS ini mengaku sebagai ateis. Tentu hal ini akan mempengaruhi pernikahannya nanti dengan Brad Pitt. Pernikahan seperti apa yang akan terjadi pada pasangan yang telah bersama selama lebih dari tujuh tahun?

“Saya tidak membutuhkan Tuhan. Ada sesuatu dalam diri orang spiritual, seperti ‘Tuhan’. Saya tidak ingin melakukan sesuatu hanya karena orang mengatakannya. Tapi saya benar-benar tidak tahu apakah lebih baik tidak mempercayainya. apa pun”.

Anak-anak Angelina Jolie selalu menjadi kesayangan masyarakat karena popularitas orang tua mereka. Bahkan, mulai dari kisah cinta, pendidikan, aktivitas hingga religi, kehidupannya membuat penasaran publik.

Aktris Maleficent wanita itu mengungkapkan bahwa dia mengajari enam anaknya semua agama. Tak hanya itu, Angelina juga mengungkap makna di balik nama anak keempatnya, Shiloh Jolie-Pitt, yang memiliki kisah tragis. seperti apa?

Angelina Jolie menikah dengan Brad Pitt pada 2014 dan memiliki enam anak berbakat dengan kepribadian berbeda. Ibu berusia 45 tahun itu mendidik anak-anaknya dengan cara yang tidak biasa, seperti meminta mereka memutuskan agama mana yang ingin mereka ikuti. Angelina juga mengajarkan semua doktrin agama agar anak-anaknya bisa memilih doktrin yang sesuai dengan keyakinannya.

“Mereka dapat memilih satu atau menjadi siswa di semua sekolah agama. Kami akan merayakan Kwanzaa untuk anak perempuan kami. Kami akan mengadakan Festival Pertengahan Musim Gugur untuk anak laki-laki. Kami akan membawa mereka ke kuil-kuil di negara tertentu.” Pergi ke gereja, Geo TV’s IntipSeleb mengutip ucapan Angelina pada Rabu, 10 Juni 2020.

Tak berhenti sampai disitu, Dahulu kala di film-film Hollywood, para aktor mengisi rak buku dengan berbagai buku agama. Pada tahun 2006, Angelina dan Brad Pitt mengungkapkan bahwa mereka adalah ateis yang tidak percaya akan adanya atau tidak adanya Tuhan.

Penggemar juga sangat percaya bahwa mantan pasangan itu berpisah pada 2016 dan pernikahan mereka tidak memiliki kepercayaan agama. Sebagai seorang anak, Angelina dibesarkan oleh ibunya, seorang Katolik, tetapi dia tidak diharuskan untuk menghadiri gereja.

Sejak merayakan ulang tahunnya pada Rabu, 27 Mei 2020, namanya menyedot perhatian. Seperti yang kita ketahui bersama, nama Shiloh digunakan oleh Angelina untuk mengenang momen-momen tragis di keluarganya. Alasan sebenarnya adalah nama ini digunakan oleh orang tuanya sejak lama. Namun sayang, anak yang bernama Hilo tersebut harus mengalami keguguran, dan akhirnya Angelina menamai putri kandungnya dengan nama tersebut.

“Ini nama orang tuaku. Mereka hampir menamai anak pertama. Tapi mereka keguguran. Karena ayahku sedang syuting di Georgia, ini adalah nama paling selatan yang terpikir oleh orang tuaku. Inilah yang selalu aku suka. Nama. Aku Biasanya pakai nama Shiloh untuk ke hotel. Kalau Brad menelepon kamar hotel tempat saya menginap, saya akan lakukan itu, “kata Angelina Jolie saat itu.

B. Daniel RadcliffeDaniel Radcliffe

Saat bintang HARRY POTTER itu diwawancarai majalah “Mr. Fashion”, jiwa ateis Daniel Radcliffe terungkap. Dia mengungkapkan bahwa dia adalah seorang ateis militan.

Dia berkata: “Ketika agama mulai mempengaruhi undang-undang, saya menjadi ateis militan”.

Penampilannya dalam film bertema pagan semakin memperkuat pernyataan ini. Selain itu, dia terlihat sangat senang saat orang-orang memanggilnya gay.

Meskipun tumbuh dalam keluarga Kristen, bintang Harry Potter Daniel Radcliffe (Daniel Radcliffe) mengaku ateis atau tidak percaya kepada Tuhan.

Daniel mengutip “Women First”, Selasa (14/2/2012): “Sejak agama mulai berdampak pada hukum, saya bukan ateis, tapi ateis radikal.

Daniel juga percaya bahwa agama tidak berpengaruh pada pendidikan seks di sekolah. Dengan pemikiran politiknya saat ini, Daniel menganggapnya sebagai seorang sayap kiri. Apalagi setelah bertemu dengan Ed Miliband, pemimpin Partai Pekerja Inggris.

Dia berkata: “Mungkin saya akan pergi bekerja. Dari pengalaman saya di Ed Miliband, saya sangat menyukainya. Dia berbicara tentang keyakinan saya. Saya pikir dia adalah pria primitif. Primitif. Sayap kiri”.

Aktor Inggris Daniel Radcliffe (Daniel Radcliffe) adalah salah satunya, dia terkenal dengan peran Harry Potter (Harry Potter). Radcliffe berkata dalam sebuah wawancara pada tahun 2009: “Saya seorang ateis, tetapi saya tidak suka berbicara dengan orang lain tentang ateisme.”

Sir Ian McKellen (Ian McKellen) juga seorang ateis. Dia paling terkenal di “Lord of the Rings” sebagai Gandalf, dan di “X-Men” dia adalah Magneto. Dia pernah berkata bahwa ateisme adalah salah satu hal yang sangat dia pedulikan.

Aktris Jodie Foster juga mengaku sebagai seorang ateis. “Meskipun saya tidak percaya pada Tuhan, kami merayakan hampir semua hari raya keagamaan bersama anak-anak dan keluarga kami.” Aktor Spanyol Javier Bardem mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan majalah GQ bahwa dia adalah seorang ateis. Pacino

Fisikawan Inggris dan penemu teori Higgs boson, Peter Higgs adalah penemu partikel subatom yang membentuk dasar alam semesta. Partikel ini disebut partikel “Tuhan”, tetapi Higgs mengatakan penamaannya tidak konsisten. “Pertama, saya seorang ateis. Kedua, nama itu awalnya lelucon, tapi tidak lucu atau menyesatkan.

Fisikawan Stephen Hawking dan Higgs menghasilkan tiga perempat dari uang, dan dia tidak percaya pada Tuhan. Dia mengungkapkan “keyakinannya” dalam bukunya “Big Design”.

Sir Richard Branson, pendiri Virgin Group, berkata bahwa dia percaya pada evolusi dan tidak percaya pada Tuhan.

C. Hugh Hefner

Hugh Hefner
outcampaign.org

Melihat gaya hidupnya yang begitu bebas, Anda mungkin tidak heran jika Hugh Hefner adalah artis yang memilih seorang ateis. Dia sendiri memang mengakui bahwa dia tidak percaya pada kekuatan yang lebih tinggi di dunia ini. Pemilik “Playboy” mengatakan dalam sebuah wawancara: “Bagi saya, agama jelas mitos agama hanyalah sesuatu yang kami buat untuk menjelaskan apa yang tidak dapat kami jelaskan”.

Uang dan wanita mengelilingi kehidupan, mereka tidak akan menjadi pria. Itu saja, hampir tidak mungkin memiliki kehidupan seperti itu. mustahil? Tidak begitu. Ada seorang pria yang menjalani kehidupan yang didambakan dan kehidupan yang menyenangkan. Pria ini adalah Hugh Hefner.

Hugh Hefner adalah pemilik majalah dewasa “Playboy”. “Playboy” adalah majalah dewasa Amerika yang didirikan pada tahun 1953. Hefner adalah pendiri dan editor majalah tersebut. Pengusaha asal Amerika itu mengaku tidak percaya pada agama. Konon agama adalah mitos.

Hugh Marston Hefner (Hugh Marston Hefner) (lahir 9 April 1926 di Chicago, Illinois, AS-meninggal pada 27 September 2017 di Mount Holmby, Los Angeles, AS, pada usia 91 tahun) adalah penerbit, pengusaha dan playboy terkenal dari Majalah Gaya Hidup Pria Amerika. Hefner berasal dari Chicago, Illinois dan merupakan mantan reporter Esquire. Dia dikenal sebagai pendiri dan kepala staf kreatif Playboy Enterprise.

Sebagai multi-jutawan independen, kekayaan bersihnya melebihi 43 juta dolar AS karena keberhasilannya membuat majalah “Playboy”. Hefner juga seorang aktivis politik dan filantropis, dia secara aktif terlibat dalam berbagai masalah dan masalah publik. Dia adalah seorang veteran Perang Dunia Kedua.

Hugh Hefner meninggal pada 27 September 2017 di usia 91 tahun. Dia tinggal di Holmby Hills, Playboy Mansion, Los Angeles, California.

D. Brad Pitt

Brad Pitt
outcampaign.org

Ateisme mungkin menjadi salah satu alasan Brad Pitt dan Angelina Jolie. Brad sendiri lahir dan dibesarkan dalam lingkungan religius, tetapi kehidupannya sebagai bintang mengubahnya. Dia berkata dalam sebuah wawancara dengan “New York Daily News”: “Saya mungkin 20% ateis dan 80% agnostik. Tidak ada yang bisa memastikan”.

“Oh, man, saya mengalami semua ini. Seperti, saya berpegang teguh pada keyakinan agama saya. Saya seorang Kristen. Saya telah mempertanyakannya, tetapi terkadang itu layak. Lalu, ketika saya sendirian, saya menyerah sepenuhnya. Itu, dan menyebut diri saya seorang agnostik. Saya mencoba beberapa hal, tetapi itu tidak selalu benar, dan kemudian saya menyebut diri saya seorang ateis untuk sementara waktu.

Itu adalah bagian dari musik punk rock, dan kemudian saya menemukan bahwa saya tidak dapat mempercayainya. Saya benci menggunakan kata spiritual, tetapi saya hanya percaya bahwa kita semua terhubung.

Oleh karena itu, dalam sebuah wawancara dengan Bild pada tahun 2009, ketika ditanya apakah dia percaya pada Tuhan, Pete dari Gereja Baptis Selatan menjawab: “Tidak, tidak, tidak!”

Ketika menekankan apakah jiwanya spiritual, dia berkata: “Tidak, tidak, tidak! Saya mungkin 20% ateis dan 80% agnostik. Saya rasa tidak ada yang benar-benar mengetahui hal ini. Saya akan berada di sana. Saya masih tidak tahu. Saya tidak menemukannya, dan sampai saat itu saya tidak merasa bahwa pemikiran itu tidak berarti”.

Kemudian, selama dua tahun berikutnya (yakni 2011), aktor berusia 55 tahun itu menggambarkan bagaimana perasaannya sebenarnya di bawah tekanan agama.

Dia berkata: “Saya telah diberitahu sejak saya masih kecil bahwa segala sesuatunya adalah cara Tuhan. Ketika segala sesuatunya tidak berhasil, ini adalah rencana Tuhan. Saya memiliki pertanyaan tentang ini. Jangan mencoba karena saya merasa sesak karenanya.”

Perasaan ini akhirnya membuat Pete kembali ke Gereja Baptis Selatan.

“Saya tumbuh secara religius sejak saya masih kecil, dan saya memiliki hubungan yang buruk dengan agama. Saya terjebak antara agnostisisme dan ateisme,” katanya.

Diskusi tentang keyakinan Brad Pitt dimulai dengan wawancara selama promosi film barunya “Ad Astra”. Sudahkah kau melihat?

Film ini bercerita tentang ruang angkasa, Brad Pitt (Brad Pitt) berperan sebagai Roy McBride (Roy McBride), misinya adalah melakukan perjalanan melalui tata surya yang kejam untuk mengungkap kebenaran tentang hilangnya ayahnya secara tiba-tiba.

Penulis GQ Zach Baron mencoba bertanya kepada Pete apa yang dia lakukan untuk melarikan diri dari keyakinannya, Dia menjelaskan bahwa dia tidak selalu mengerti hidupnya.

Tidak, saya selalu tahu ketika saya melakukan sesuatu dengan cara yang obsesif. Seperti teman saya saat ini, dia hanya terobsesi dengan jam tangan, dia melihat dan mempelajarinya. Lalu saya tahu dia menghindari barang-barangnya sendiri. Domain,” kata Pete.

“Aku tahu. Aku bisa merasakannya sejak aku masih kecil. Aku tahu aku akan menghindari hal-hal tertentu. Tapi begitu kamu tahu, apa yang akan terjadi? Maksudku, orang yang aku suka tidak memiliki filter. Mereka tidak memilikinya mengatakan: “Ini hanya masalah, karena ini, tetapi saya tetap mengagumi mereka. Saya menyukainya karena mereka selalu terbuka dengan perasaan mereka”.

Ketika ditanya apakah dia menghargai orang yang jujur ​​karena hidupnya dikendalikan, Pete berkata: “ Ya, saya pikir kami tertarik pada hal-hal yang kami coba ubah atau tingkatkan diri kami sendiri. Saya dibesarkan di antara Ozarks, dan saya tahu kami adalah pionir. Kami adalah orang-orang yang melakukan banyak hal dengan baik. Jangan bicara terlalu banyak, itu tidak akan berakhir. Kami tidak akan komplain, karena komplain diremehkan, ”ucapnya membahas film tersebut.

Tidak hanya Brad Pitt, mungkin saat ini kita harus mendoakan secara khusus untuk orang-orang yang masih tertipu oleh iman dan Tuhan. Kami belajar dari cerita ini bahwa Tuhan bukanlah masalah agama, tetapi sebuah hubungan. Sekarang, apakah Anda benar-benar mengenal Tuhan yang Anda sembah?

E. Keira Knightley

Keira Knightley
outcampaign.org

Di balik kecantikan dan keterampilan akting Keira Knightley adalah seorang ateis atau tidak percaya pada Tuhan.

Bintang film Pirates of Caribbean itu bahkan menganggap dirinya beragama, sehingga bisa mengampuni dosa-dosanya. Artis berkebangsaan Inggris ini mengatakan bahwa ketika menjadi seorang mukmin, dia sangat putus asa karena selalu meminta maaf.

Tingkah laku dan penampilan Keira Knightley bisa jadi menunjukkan bahwa dia adalah orang yang saleh. Namun bintang ANNA KARENINA itu mengaku dirinya ateis.

Tapi seorang ateis bukanlah hal yang membahagiakan bagi wanita cantik ini. Ia bahkan sempat mengatakan ingin melahirkan seorang Katolik.

Keira mengatakan dalam wawancara dengan The Sun, Selasa (1/5/2012): “Kedengarannya lebih baik daripada harus tinggal di pedalaman”.

“Ini luar biasa. Jika saya bukan seorang ateis, saya akan bisa menyingkirkan segalanya. Anda hanya meminta maaf, dan kemudian Anda akan dimaafkan,” gurunya.

“Jika saya bukan seorang ateis, maka tentu saja saya bisa menyingkirkan semua (masalah). Anda hanya perlu meminta maaf dan Anda akan dimaafkan”.

 

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Atheis Dan Tipe-tipe Atheis
Blog Informasi Link

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Atheis Dan Tipe-tipe Atheis

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Atheis Dan Tipe-tipe Atheis – Mungkin Anda pernah mendengar tentang atheis atau ada orang disekitar Anda yang atheis atau mungkin Anda sendiri adalah seorang atheis? Apa sebenarnya atheis itu? Atheis merupakan keyakinan atau pandangan seseorang yang mana menolak keberadaan tuhan. Orang-orang atheis secara garis besar tidak percaya akan adanya tuhan.

Istilah atheis sendiri berasal dari Bahasa yunani yang mana sebagai sebutan bagi orang-orang yang tidak menganut atau bertentangan dengan suatu kepercayaan atau agama tertentu yang mana sudah diakui dan menjadi patokan seluruh dunia. Sampai saat ini jumlah orang-orang yang mengaku atheis terus bermunculan.

Jika dulu orang-orang atheis dianggap berdosa dan harus dibunuh atau dihukum saat ini para golongan tersebut sudah dianggap dan diyakini keberadaannya khususnya di negara-negara yang bebas seperti amerika serikat dan juga eropa.

Sebetulnya banyak alasan yang menjadikan seseorang menjadi atheis. Adapun alasan yang paling banyak adalah karena keadaan hidup yang serba kekurangan dan menderita, banyak orang yang beragama tetapi melakukan berbagai macam kejahatan, meyakini semua yang ada di dunia dapat dijelaskan secara sains sehingga tidak perlu ada tuhan dan masih banyak lagi. Selain itu banyak juga yang menjadi atheist disebabkan karena keturunan atau lahir dari keluarga yang atheis.

Banyak yang menganggap bahwa adanya alam semesta atau seluruh kejadian yang ada di alam semesta tidak ada sangkut pautnya dengan tuhan. Bahkan banyak sekali ilmuwan yang berpengaruh akhirnya menjadi seorang atheis salah satunya adalah Stephen hawking.

Dasar-dasar pemikiran seorang atheit adalah rasionalisme, naturalisme dan juga humanisme. Selain itu orang yang berpaham atheis antara satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Berdasarkan penelitian terdapat sekitar 6 tipe atheis yang ada di dunia.

Seorang peneliti yang bernama Christopher F Silver dan juga Thomas J Coleman yang merupakan menyimpulkan bahwa atheist ini juga bervariasi sama seperti bervariasinya agama yang ada di dunia. Apa saja tipe atheist yang berhasil ditemukan oleh kedua peneliti tersebut? berikut ini penjelasan lengkapnya:
• Atheis atau agnostik intelektual
Kelompok ini didominasi oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan atau ahli dalam bidang ilmu tertentu. Dimana golongan ini mencoba menjelaskan segala macam kejadian yang ada di alam semesta dengan ilmu yang dipelajarinya. Semua konsep ketuhanan dijelaskan dengan keilmuan yang di dalaminya. Dimana kelompok ini sangat banyak dan rata-rata golongan ini adalah para ilmuwan atau akademisi.

• Atheist aktivis
Pada golongan ini rata-rata hidupnya digunakan untuk menolong orang atau cukup hidup dengan berbuat baik kepada sesama dan makhluk. Dimana kebanyakan dari golongan mereka aktif dalam dunia sosial.

• Seeker agnostik
Meskipun tidak percaya dengan agama kelompok ini masih menghargai orang yang beragama dan tidak menentang agama. Sehingga kelompok ini masih dapat hidup berdampingan secara harmonis di tengah orang-orang beragama.

• Anti-theist
Kelompok ini sangat membenci orang beragam dan menganggap agama adalah sumber perpecahan dunia. Dimana pemahaman dari golongan ini adalah kebalikan dari seeker agnostik. Parahnya orang-orang yang berpaham anti atheist menganggap bahwa agama sifatnya merusak dan sebagai sumber kurasakan terbesar.

• Non-theist
Kelompok ini tidak mempercayai adanya tuhan tapi juga tidak mau menanggapi kelompok atheist lainnya. selain itu kelompok ini tidak perduli dengan semua orang yang beragama maupun orang yang anti terhadap agama.

Ritual atheis agnostik

• Ritual atheis agnostik
Tipe terakhir yaitu ritual atheis agnostik, dimana kelompok ini menganggap bahwa tidak ada yang penting dari agama selain ritualnya. Dimana yang mereka butuhkan hanyalah ritual dalam agama bukan yang lain seperti ikut serta dalam perayaan natal dan juga upacara keagamaan.
Demikian itu adalah ulasan lengkap tentang atheis dan juga tipe-tipe atheis semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

Siapa Saja Para Ilmuwan Sains Yang Tersohor Tapi Atheis?
Blog Informasi Link

Siapa Saja Para Ilmuwan Sains Yang Tersohor Tapi Atheis?

Siapa Saja Para Ilmuwan Sains Yang Tersohor Tapi Atheis? – Salah satu alasan seseorang untuk tidak percaya terhadap agama maupun tuhan adalah disebabkan karena sains. Banyak hal pada agama yang dianggap tidak masuk akal atau tidak sama dengan sains. Rata-rata orang yang pandai atau hidup dengan sains tidak percaya akan adanya tuhan. Orang-orang tersebut menganggap bahwa tidak ada campur tangan tuhan dalam semesta karena semua dapat dijelaskan dengan sains dan logika.
Banyak sekali para ilmuwan yang tersohor dan mempunyai kontribusi terhadap penemuan teknologi dan juga dalam bidang keilmuan sains lainnya. yang mana penemuan para ilmuwan tersebut berguna untuk kehidupan manusia. Ingin tahu siapa saja ilmuwan sains tersohor namun atheist? Berikut ini penjelasan lengkapnya:
• Fisikawan Stephen hawking
Ketika Anda orang yang suka fisika atau bahkan akrab dengan fisika misalkan mahasiswa fisika, dosen fisika dan lain sebagainya, pastinya Anda tidak asing dengan Stephen hawking. Seorang fisikawan brilian yang mana telah banyak kontribusinya dalam dunia sains. Hidup dan kisah percintaan serta proses penemuannya juga pernah diangkat dalam film.

Banyak sekali buku-buku dan juga teori sains yang mana hasil pemikiran dari Stephen hawking. Bahkan ilmuwan cerdas ini dapat menjembatani antara teori relativitas umum dan juga mekanika kuantum. Ilmuwan satu ini mencoba menjelaskan tentang alam semesta dan peristiwa yang akhirnya membentuk alam semesta dan berakhirnya alam semesta.
Dalam bukunya yang berjudul the grand design, hawking menganggap bahwa alam semesta tidak ada yang menciptakan atau tidak ada peran tuhan dalam penciptakan alam semesta karena pada dasarnya alam semesta akan mencipatkan dirinya sendiri. Bahkan hawking menganggap tidak perlu adanya tuhan untuk menjelaskan terbentuknya atau ketidakadaan alam semesta karena semua dapat dijelaskan secara sains.

• Fisikawan albert Einstein
Siapa yang tidak kenal dengan fisikawan masyur satu ini yaitu albert Einstein. Semua orang pasti sudah pernah mendengar namanya bahkan banyak orang yang mengaguminya. Penemuannya telah menciptakan banyak hal, bahkan banyak teorinya yang sampai saat ini terus diteliti dan diajarkan pada bangku kuliah.

Berbicara tentang Einstein tentu tidak lepas dari teori relativitas. Dimana teori yang paling terkenal adalah E= mc2. Sebuah massa yang kecil jika diberikan kecepatan yang besar melebihi kecepatan cahaya maka akan menghasilkan energi yang sangat besar. Dimana teori tersebut diterapkan pada bom atom yang dijatuhkan di kota Nagasaki dan juga hiroshima.
Semua orang pasti tahu dampak yang dihasilkan oleh bom atom yang mana berhasil membunuh jutaan orang, meluluhlantakkan wilayah tersebut bahkan konon kabarnya kedua kota atau wilayah itu harus diisolasi dan tidak dihuni selama puluhan tahun akibat radioaktif berbahaya dari bom tersebut.

Sebenarnya Einstein sendiri tidak mengakui dirinya seorang atheis atau tidak percaya tuhan. Einstein mengakui bahwa dirinya percaya akan tuhan tapi tidak percaya dengan agama. Sehingga dari pernyataannya tersebut dapat disimpulkan bahwa Einstein adalah seorang yang agnostik yaitu tidak percaya terhadap agama tapi masih mempercayai tuhan.

• Ilmuwan Thomas alva Edison
Siapa yang tidak kenal dengan Thomas alava edison, penemuannya yang sangat berguna bagi manusia sampai detik ini yaitu lampu pijar. Dengan penemuannya tersebut sampai detik ini merasakan malam yang terang dengan cahaya lampu.

Ilmuwan satu ini sangat tidak percaya dengan agama bahkam Thomas alva Edison menganggap agama dan kitabnya hanyalah buatan manusia. Sehingga beliau adalah ilmuwan yang sangat menentang ajaran agama. Sebenarnya alva edison lebih dikenal sebagai orang yang beraliran rasionalis dan panties.

Inilah Penjelasan Tentang Bedanya Atheis dan Agnostik
Blog Informasi Link

Inilah Penjelasan Tentang Bedanya Atheis dan Agnostik

Inilah Penjelasan Tentang Bedanya Atheis dan Agnostik – Istilah atheis pertama kali digunakan pada abad ke-18 setelah seorang penulis Perancis mengaku dirinya tidak percaya pada Tuhan. Kata atheis diambil dari bahasa Yunani a artinya tidak, dan theis artinya Tuhan. Sebutan atheis digunakan untuk merujuk pada orang yang memiliki kepercayaan yang bertentangan dengan ajaran agama yang ada di masyarakat. Orang-orang atheis memiliki skeptisme terhadap ajaran agama, meyakini segala sesuatu terjadi benar-benar secara ilmiah tanpa adanya kekuatan supra natural paling besar (dewa-dewa atau Tuhan), dan memiliki pikiran yang bebas. Saat ini, sekitar 2,3% dari keseluruhan populasi manusia di dunia mengaku sebagai atheis. Populasi atheis atau orang yang tidak mempercayai Tuhan terbesar di dunia ada di negara Jepang, Swedia, dan Rusia. Sedangkan di Indonesia, ditinjau dari pendirian komunitas atheis pertama di Indonesia populasi atheis sekitar 900 orang pada 2013 sejak didirikannya tahun 2008.
Pada dasarnya atheisme adalah kritik atau segala bentuk penyangkalan terhadap kepercayaan metafisik dalam Tuhan atau zat-zat spiritual.

Atheisme jelas bertolak belakang dengan theisme, namun atheisme juga berbeda dari agnostik yang penggunaannya sering kali disamakan. Istilah agnostik digunakan untuk menyebut orang yang tidak mengakui adanya Tuhan, namun juga tidak menolak atau menentang ajaran-ajaran yang berdasar pada kepercayaan kepada Tuhan atau zat yang lebih besar. Dengan kata lain, agnostik membiarkan pertanyaan ada atau tidaknya Tuhan secara terbuka dan membiarkan segala pertanyaan tentang Tuhan tidak terjawab.

Agnostik memiliki hubungan yang selaras dengan atheisme, karena pada dasarnya orang agnostik dan orang atheis sama-sama mempertanyakan keberadaan Tuhan, dan pada awalnya mereka tidak tahu apakah Tuhan itu benar-benar ada atau tidak. Hal ini disebabkan baik orang yang menganut atheis maupun agnostik tidak bisa melihat bukti adanya Tuhan. Namun, berbeda dengan atheis, agnostik tidak secara gamblang meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada, atau Tuhan tidak mungkin ada. Baik atheis maupun agnostik sama-sama berpendapat bahwa konsep yang mendasari ajaran agama atas keberadaan Tuhan tidaklah masuk akal, oleh karena itu mereka menolak ajaran agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Para yang menganut paham agnostik tidak bisa memutuskan apakah ajaran yang diberikan oleh agama-agama theisme benar-benar tidak masuk akal atau meskipun perdebatan yang ada tentang agama cukup paradoks, malah hal itu mengandung alasan yang jelas tentang mengapa sebuah agama/Tuhan itu ada.

Sementara itu, atheis secara gamblang menyatakan bahwa tidak ada zat utama yang menguasai segala hal yang ada di dunia. Para atheis menyangkal adanya central believe. Namun para atheis modern tidak serta merta mengklaim semua ajaran agama theisme itu salah, ada juga hal-hal yang bersifat kosmologis yang masih mereka usahakan untuk terbukti kekeliruannya.

6 Pola Pikir Penganut Atheis yang Harus Diketahui Sebelum Mengajak Diskusi Terbuka
Blog Informasi

6 Pola Pikir Penganut Atheis yang Harus Diketahui Sebelum Mengajak Diskusi Terbuka

6 Pola Pikir Penganut Atheis yang Harus Diketahui Sebelum Mengajak Diskusi Terbuka – Keberadaan penganut atheis atau orang yang tidak mengakui adanya kuasa Tuhan atas alam semesta dan dengan demikian tidak membenarkan ajaran agama manapun, mungkin masih belum familiar bagi Anda sehingga keberadaan dan konsepnya masih mengundang tanda tanya bagi Anda. Apakah orang Atheis suka berjudi? Mungkin sebagian menyukai perjudian, mungkin tidak ada masalah dan bagi mereka bermain judi taruhan bola hanya sebuah permainan yang tidak akan membuat dosa.

Keberadaan atheis tidak secara gamblang diketahui keberadaannya. Sebelum Anda bertanya atau mengajak diskusi terbuka secara langsung kepada penganut atheis, ini dia pola pikir para penganut atheis yang harus Anda ketahui agar interaksi berjalan dengan baik dan lancar.

1. Kaum atheis memiliki pola pikir skeptis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan firman Tuhan dan segala paradoks keagamaan yang sifatnya tidak kasat mata, tidak ilmiah, dan sulit dinalar dengan logika. Hindari menggunakan ayat Tuhan secara langsung di depan mereka jika Anda tidak ingin menjadi bulan-bulanan dan malah terkesan menghakimi. Pesan yang ingin Anda sampaikan pun tidak akan sampai kepada mereka ketika proses komunikasi berlangsung, karena mereka tidak percaya ayat Tuhan.

2. Kaum atheis menganggap Tuhan dan agama adalah kenyataan yang paling absurd dan tidak masuk akal. Menurut mereka, alam semesta sudah sedemikian adanya sebelum manusia ada tanpa ada kuasa Tuhan. Maka, membicarakan keberadaan Tuhan dan segala kuasa-Nya di muka bumi ini akan membuang waktu saja.

3. Kaum atheis otomatis menjadi sekuler dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tidak adanya campur tangan agama dalam segala kegiatan mereka adalah kebiasaan kaum atheis. Menurut para penganut atheis, agama dan Tuhan adalah hasil ciptaan alam pikiran manusia. Namun, atheis ini belum memiliki penjelasan yang gamblang mengenai asal mula alam semesta.

4. Kaum atheis menganggap eksistensi manusia adalah sebatas bagian dari ekosistem, tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan setelah kematian. Manusia hanyalah hidup di dunia dan akan mati sama seperti makhluk hidup lainnya. Kematian adalah akhir hidup manusia dan tidak ada proses kebangkitan seperti yang diajarkan agama-agama majusi seperti Islam dan Keristen.

5. Berbagai asumsi tentang asal mula terjadinya alam semesta membuat kerumitan bagi kaum atheis. Banyak sekali versi yang diceritakan, maka kaum atheis lebih memilih percaya bahwa alam semesta tidak ada yang menciptakan dan sudah terjadi begitu saja. Pendapat tentang Tuhan yang menciptakan alam semesta terkesan kuno bagi kaum atheis.

6. Kaum atheis sebenarnya senang berdiskusi dengan kaum atheis yang percaya keberadaan Tuhan dan agama. Penganut atheis senang mengadu logika dalam berargumen dan mengetahui jika orang beragama yang diajak berdiskusi tidak bisa menjelaskan secara ilmiah fenomena tertentu yang dibahas, membuat penganut atheis tersebut puas.

Dengan mengetahui pola pikir orang atheis bisa meningkatkan toleransi antar sesama pemeluk keyakinan.

Atheis Adalah Pilihan
Blog Informasi

Atheis Adalah Pilihan

Atheis Adalah Pilihan – Menjadi seorang yang atheis sendiri sebenarnya bukan tanpa alasan. Bisa katakan bahwa seorang yang atheis merupakan seseorang yang memiliki pilihannya sendiri. Mempunyai sebuah pilihan yang menurut sebagian kalangan tidak lazim. Memiliki pandangan yang cenderung lebih moderat dan kritis memang menjadi dasar untuk menjadi seorang yang atheis. Seorang atheis sebenarnya bukan terlahir begitu saja. Biasanya kaum atheis terlahir dari keluarga yang memiliki pendidikan agama. Akan tetapi seiring berjalannya waktu pandangan-pandangan bebaslah yang menggiring untuk menjadi seorang yang atheiss. Menjadikan atheis sebagai pihan hidup sebenarnya cukup beralasan. Sehingga banyak diantara kau atheis yang sebenarnya terlahir dari kaum yang memiliki lingkungan keluarga yang religius.

Tidak memiliki pandangan yang masuk akal perihal strutur ketuhanan membuat seseorang yang mulai menjatuhkan diri menjadi seorang atheis. Meskipun demikian, banyak diantara kaum atheis memilih menjalankan ritual keagamaan hanya sebagai sebuah ritual belaka dan tidak memiliki makna. Kebanyakan ritual keagamaan yang dijalankan hanya bersifat sebagai pemuliaan tradisi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk menghargai tradisi yang sudah ditanamkan oleh keluarga. Memilih sebagai atheis memang bagi sebagian kalangan bukan pilihan yang tepat. Sehingga para kaum atheis melakukan kegiatannya hanya secara tersembunyi saja. Berawal dari sikap kritis terhadap pemikiran beragama membuat kaum atheis mencari-cari jawaban atas pertanyaannya terhadap agama melalui jalan yang menurut mereka adalah logis.

Lebih tidak mempercayai sesuatu yang ghaib menjadikan struktur keimanan seseorang terhadap tuhan menjadi luntur. Akan tetapi kebanyakan dari kaum atheis tidak pernah mengarahkan kepada keluarganya untuk mengikuti jejasknya menjadi seorang yang atheis. Justru kebanyakan mengarahkan kepada keluarganya untuk lebih memiliki pemahaman yang mendalam seputar agama. Memberikan kebebasan untuk memilih dan memiliki keyakinan tentu saja menjadi sesuatu yang ditanamkan oleh seorang yang atheis. Sebab menurut kaum atheis beragama harus memiliki alasan kuat untuk menjalankannya. Termasuk menggiringnya melalui sebuah opini yang logis agar keyakinan tersebut tidak luntur. Sehingga kebanyakan dari kaum atheis justru mendorong eluarganya untuk terus belajar tentang agama dan juga berbagai kajian mendalam tentang agama.

Memberikan bekal yang baik kepada keturunan untuk mempelajari sesuatu dengan detail merupakan sebuah keharusan bagi kaum atheis. Tujuannya adalah agar keturunannya kelak memiliki pilihan yang tepat. Dapat menentukan pilihan sendiri menjadi tujuan dari kaum atheis mengapa mengharuskan keturunannya mengkaji agama lebih dalam. Menanamkan pemikiran kritis serta logis menjadi sesuatu yang wajib bagi keluarga yang atheis. Setidaknya memiliki pemikiran yang lebih kritis untuk menanggapi semua permasalahan hidup dari sisi yang lebih logika dan dapat diterima oleh akal sehat. Jangan sampai memiliki pandangan yang tanpa alasan. Sebab kaum atheis sangat alergi terhadap sebuah pandangan yang tidak memiliki alasan yang kuat.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!