Inilah Penjelasan Tentang Bedanya Atheis dan Agnostik

Inilah Penjelasan Tentang Bedanya Atheis dan Agnostik – Istilah atheis pertama kali digunakan pada abad ke-18 setelah seorang penulis Perancis mengaku dirinya tidak percaya pada Tuhan. Kata atheis diambil dari bahasa Yunani a artinya tidak, dan theis artinya Tuhan. Sebutan atheis digunakan untuk merujuk pada orang yang memiliki kepercayaan yang bertentangan dengan ajaran agama yang ada di masyarakat. Orang-orang atheis memiliki skeptisme terhadap ajaran agama, meyakini segala sesuatu terjadi benar-benar secara ilmiah tanpa adanya kekuatan supra natural paling besar (dewa-dewa atau Tuhan), dan memiliki pikiran yang bebas. Saat ini, sekitar 2,3% dari keseluruhan populasi manusia di dunia mengaku sebagai atheis. Populasi atheis atau orang yang tidak mempercayai Tuhan terbesar di dunia ada di negara Jepang, Swedia, dan Rusia. Sedangkan di Indonesia, ditinjau dari pendirian komunitas atheis pertama di Indonesia populasi atheis sekitar 900 orang pada 2013 sejak didirikannya tahun 2008.
Pada dasarnya atheisme adalah kritik atau segala bentuk penyangkalan terhadap kepercayaan metafisik dalam Tuhan atau zat-zat spiritual.

Atheisme jelas bertolak belakang dengan theisme, namun atheisme juga berbeda dari agnostik yang penggunaannya sering kali disamakan. Istilah agnostik digunakan untuk menyebut orang yang tidak mengakui adanya Tuhan, namun juga tidak menolak atau menentang ajaran-ajaran yang berdasar pada kepercayaan kepada Tuhan atau zat yang lebih besar. Dengan kata lain, agnostik membiarkan pertanyaan ada atau tidaknya Tuhan secara terbuka dan membiarkan segala pertanyaan tentang Tuhan tidak terjawab.

Agnostik memiliki hubungan yang selaras dengan atheisme, karena pada dasarnya orang agnostik dan orang atheis sama-sama mempertanyakan keberadaan Tuhan, dan pada awalnya mereka tidak tahu apakah Tuhan itu benar-benar ada atau tidak. Hal ini disebabkan baik orang yang menganut atheis maupun agnostik tidak bisa melihat bukti adanya Tuhan. Namun, berbeda dengan atheis, agnostik tidak secara gamblang meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada, atau Tuhan tidak mungkin ada. Baik atheis maupun agnostik sama-sama berpendapat bahwa konsep yang mendasari ajaran agama atas keberadaan Tuhan tidaklah masuk akal, oleh karena itu mereka menolak ajaran agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Para yang menganut paham agnostik tidak bisa memutuskan apakah ajaran yang diberikan oleh agama-agama theisme benar-benar tidak masuk akal atau meskipun perdebatan yang ada tentang agama cukup paradoks, malah hal itu mengandung alasan yang jelas tentang mengapa sebuah agama/Tuhan itu ada.

Sementara itu, atheis secara gamblang menyatakan bahwa tidak ada zat utama yang menguasai segala hal yang ada di dunia. Para atheis menyangkal adanya central believe. Namun para atheis modern tidak serta merta mengklaim semua ajaran agama theisme itu salah, ada juga hal-hal yang bersifat kosmologis yang masih mereka usahakan untuk terbukti kekeliruannya.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)